TERKINI
NEWS

8 Kejadian Unik dalam Pleno KIP Aceh

BANDA ACEH - KIP Aceh mengadakan rekapitulasi, penetapan, dan pengumumam hasil penghitungan suara tingkat provinsi di aula utama gedung DPRA, di Banda Aceh, Sabtu, 25…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.5K×

BANDA ACEH – KIP Aceh mengadakan rekapitulasi, penetapan, dan pengumumam hasil penghitungan suara tingkat provinsi di aula utama gedung DPRA, di Banda Aceh, Sabtu, 25 Februari 2017. 

Dalam perhelatan tersebut ada beberapa kejadian unik yang terjadi, mulai dari saksi yang walk out dari ruang sidang sampai ada saksi yang minta kopi pada pimpinan sidang.

Berikut adalah 8 kejadian unik yang terjadi dalam rapat pleno KIP Aceh yang dirangkum portalsatu.com:

1. Saksi Mualem-TA Walk Out

Dua orang saksi pasangan nomor urut 5 yang diwakili oleh Suadi Sulaiman dan Wien Rimba Raya, walk out atau keluar dari ruangan. Uniknya, kedua saksi  ini keluar sebelum KIP Aceh mengumumkan keputusannya.

Adi dan Wien meninggalkan rapat karena menganggap Pilkada di Aceh telah banyak mengalami kecurangan. 

Saksi ini pun mengisi form DC2-KWK sebagai bentuk protes tidak menerima rapat. Form tersebut berisi catatan kejadian khusus dan  keberatan saksi dalam pelaksanaan rekapitulasi pethitungan perolehan suara di tingkat provinsi dalam pemilihan gubernur. 

Seusai mengisi form tersebut Adi bersama dengan Wien Rimba Raya meninggalkan ruang rapat pleno. Ia enggan berkomentar banyak terhadap penolakan tersebut. 

2. Kunci Kotak Suara Tertinggal

Kotak rekapitulasi suara kabupaten Bener Meriah terpaksa dibuka dengan pisau karena kunci gembok tertinggal. Sebelum membuka, ketua sidang yang juga Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi meminta pendapat kepada saksi dan Panwaslih untuk membuka kotak tersebut dengan cara dipotong. Setelah mendapat persetujuan dari berbagai pihak terkait, akhirnya kotak itu dibuka. 

3. Kesalahan Teknis Komputer

Dalam rapat pleno pemutusan calon Gubernur Aceh sempat tertunda akibat ada kesalahan teknis pada komputer. Layar projektor tidak bisa menampilkan hasil rekapitulasi sehingga rapat harus diskors sesaat. Rapat kemudian dilanjutkan kembali setelah kesalahan teknis diperbaiki. 

4. Saksi Minta Kopi

Entah karena sudah terlalu jenuh atau hanya bercanda, saksi salah satu pasangan gubernur meminta kopi pada ketua sidang. Dengan percaya diri, ia mengambil mikrofon dan meminta kopi kepada ketua sidang.

Kejadian tersebut sontak membuat hadirin tertawa. Setelah itu, panitia pun menyediakan kopi untuk peminta dan saksi lain. 

5. Salah Coblos

Hal unik lainnya adalah terdapatnya kesalahan coblos yang dilakukan oleh pemilih. Salah seorang saksi pun meminta KIP untuk menjelaskan maksud kalimat salah coblos tersebut. 

KIP Aceh menjelaskan, kesalahan coblos adalah ketika pemilih mencoblos pilihan A tapi maksud yang ingin dicoblos adalah C sehingga pemilih meminta surat suara lain. Hal itu hanya dibolehkan sekali saja untuk mengganti surat surat suara.

6. Ketua Sidang Tegur Pembaca Rekapitulasi

Ketua sidang pleno, Ridwan Hadi, sempat beberapa kali menegur Komisioner KIP Kabupaten yang keliru dan kurang cermat dalam membaca data hasil. Kekeliruan itu tidak fatal, hanya salah baca atau tertinggal sesuatu dalam membaca angka. Usai beberapa komisioner ditegur, akhirnya tidak ada kekeliruan lagi. 

7. Sepi Hadirin 

Rapat pleno tingkat propinsi ini berlangsung dari pagi sampai sore. Awalnya, saat pagi, peserta yang hadir terlihat banyak. Ruang pun terlihat agak penuh.

Namun, seusai shalat dhuhur peserta yang hadir menjadi lebih sedikit. Banyak kursi kosong yang tersisa. Tak hanya dalam ruang, di luar pun terlihat sepi. 

8. Pihak Keamanan 

Dalam rangka mengamankan rapat pleno tersebut, 1.020 aparat keamanan yang terdiri dari TNI/Polri dikerahkan. Bahkan, kendaraan lapis baja pun turut dihadirkan di pekarangan gedung DPRA.

Namun, jumlah aparat keamanan tersebut lebih banyak daripada hadirin rapat pleno. Aparat keamanan pun terlihat santai karena suasana rapat sangat kondusif tanpa terlihat ancaman yang mencurigakan.[]

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar