LHOKSEUMAWE – Eksekusi terhadap Janda beranak tujuh, Mariani, 42 tahun, di Dusun Blang Ranto, Gampong Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada 21 Maret 2016 lalu tergolong sadis. Pasalnya tersangka pelaku menjerat leher korban dengan kain, menimpuk dengan batu dan menikanya dengan pisau.
Pagi itu saya pinjam sepeda motor bapak untuk mencari Kak Ani (Mariani-red). saat saya lihat dia lagi naik motor, saya buntuti dari belakang. Sampai di tempat sepi saya sergap, lehernya saya jerat dengan balutan baju, kemudian saya piting kepalanya dengan tangan kiri, ujar Jacky Pardesi, tersangka pembunuh Ani saat diwawancarai portalsatu.com di Mapolres Lhokseumawe, Jumat, 27 Januari 2017 sore.
Tersangka kemudian meraih batu dengan tangan kanannya seraya memiting leher korban. Batu tersebut kemudian dipergunakan untuk memukul ubun-ubun korban berkali-kali hingga Ani lemas. Tak puas sampai disitu, tubuh korban pun diseret tujuh meter dari jalan ke arah semak-semak.
Saat saya seret, korban melawan dan sempat menyepak kaki saya. Kemudian tubuhnya saya balik, saya tarik celananya. Saya ambil pisau, saya tusuk korban di punggung beberapa kali sambil tutup mata, kemudian saya balik lagi badannya saya tusuk dadanya juga sambil tutup mata, kata Jacky alias Sarong.