Informasi menyebutkan Wapres JK telah menunjuk beberapa orang dari Aceh untuk membebaskan Tapol GAM di Thailand
BANDA ACEH Kepala Biro Hukum Pemerintahan Aceh, Edrian, mengaku tidak mendapatkan informasi terkait dengan pembebasan tahanan politik (Tapol) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berada di Thailand.
Wah, kalau masalah itu saya tidak dapat informasi, ci neuhubungi Kesbangpol, kata Edrian melalui sambungan telepon saat dibungi portalsatu.com, Selasa, 24 November 2015.
Menurut informasi yang diterima redaksi, wakil presiden Jusuf Kalla telah menunjuk beberapa orang dari Aceh untuk menangani masalah pembebasan Tapol GAM tersebut. Ifdhal Qasim, salah seorang yang ditunjuk JK mengaku informasi ini masih rahasia dan tidak terbuka untuk umum.
“Iya (benar). Sebenarnya ini tidak terbuka untuk umum,” ujar Ifdhal Qasim kepada portalsatu.com, Senin, 23 November 2015.
Pembebasan tahanan politik mantan GAM di Thailand sudah pernah mencuat beberapa waktu lalu. DPR Aceh juga sempat mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, untuk membebaskan para tapol tersebut. Namun hingga kini nasib para tapol di Thailand ini belum juga diketahui kejelasannya.
Ketiga tapol GAM yang masih berada di Thailand hingga kini adalah Syarifuddin Saleh alias Tekong, Ruliansyah alias Pangki, dan Muhammad Zainal alias Komputer. Ifdhal Qasim juga tidak mau menyebutkan lebih banyak tupoksi yang dibebankan pemerintah untuk hal ini. Termasuk apakah dia sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah Thailand atau otoritas terkait lainnya.[]