SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin atau HRB mendatangi Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta untuk melobi anggaran terkait percepatan pembangunan infrastruktur vital jalan lintas Subulussalam – Pakpak Bharat.
Dalam kunjungan digelar pada Selasa, 7 April 2026 itu, fokus utama mengusulkan anggaran pembangunan jalan dan jembatan layang (Flyover) kelok 8 di wilayah Kedabuhan Penanggalan tanjakan ekstrem selama ini banyak menelan korban laka lantas, akibat mobil gagal menanjak atau faktor turunan jalan yang curam.
HRB mengatakan untuk mewujudkan pembanguan Flyover di jalan nasional tersebut sangat dibutuhkan intervensi anggaran dari pemerintah pusat melalui Bappenas, karena ini sangat krusial mengingat skala proyek yang membutuhkan biaya besar estimasi kisaran Rp1,38 triliun.
Menurutnya, langkah strategis ini diajukan untuk memutus rantai kecelakaan maut dan kendala logistik akibat longsor yang kerap terjadi di titik paling rawan jalur lintas dari Sumut menuju barat-selatan Aceh tersebut.
“Ini bukti bahwa Pemerintah Kota Subulussalam hadir dan serius memperjuangkan kebutuhan masyarakatnya sampai ke tingkat pusat. Dengan estimasi anggaran Rp1,38 triliun, proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan, tapi investasi jangka panjang untuk keselamatan dan pertumbuhan ekonomi,” kata HRB usai bertemu Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta.
Dijelaskan, proyek senilai Rp1,38 triliun ini diproyeksikan tidak hanya akan mengurangi risiko kecelakaan secara drastis, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah. Kelancaran arus transportasi di Kedabuhan diyakini akan memberikan dampak domino terhadap stabilitas harga pangan dan efisiensi pengiriman komoditas unggulan daerah.