BANDA ACEH – Sejumlah Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah di barat selatan mengecam pelaksanaan puncak peringatan 10 tahun perdamaian Aceh pada 15 November 2015. Pelaksanaan peringatan damai ini dinilai merupakan penyesatan sejarah perdamaian Aceh.
Hal ini disampaikan oleh beberapa Panglima KPA wilayah di barat selatan Aceh, seperti Panglima KPA Singkil Sarbaini bin Johan, Panglima KPA Lhok Tapaktuan Irhafa Manaf, Panglima KPA Subulussalam Sufrida, serta Panglima KPA Abdya Abdurahman dan Panglima KPA Nagan Raya Ali Hasjmi.
Panglima KPA Singkil, Sarbaini bin Johan, mengaku dirinya menyesalkan sikap Gubernur Aceh yang melaksanakan puncak peringatan 10 tahun damai bukan pada tanggal semestinya.
Seharusnya dilaksanakan pada setiap tanggal 15 Agustus serta bukan pada 15 November. Ini penyesatan sejarah. Peringatan damai seharusnya tetap 15 Agustus, kata Sarbaini melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Minggu, 15 November 2015.
Katanya lagi, pemerintah seharusnya berkoordinasi dengan pihak KPA seluruh wilayah di Aceh. Pasalnya, KPA adalah salah satu penanggungjawab perdamaian Aceh.