BANDA ACEH – Para pencinta seni, terutama penyair yang berada di Kota Banda Aceh kembali sepakat menggemakan kembali syair-syair dalam acara Kota Puisi. Kali ini dilaksanakan di Taman Sari, Banda Aceh, pada Minggu, 6 Desember 2015.

Perancang acara Kota Puisi, Thayeb Loh Angen, mengatakan, pemilihan tempat di Taman Sari merupakan kesepakatan para hadirin di acara Kota Puisi ke-2 di Taman Hutan BNI Kota pada 15 Nopember lalu.

“Para senior yang hadir di acara pertama seperti Sulaiman Juned dan Moritza Thaher menyatakan akan hadir di acara ketiga ini. Kota Puisi kita cetuskan untuk menghidupkan dunia seni, khususnya sastra, di dalam masyarakat supaya seniman dekat dengan masyarakat dan pendudukpun dekat dengan seniman,” kata Thayeb kepada portalsatu.com, Rabu, 2 Desember 2015.

Thayeb mengatakan, dalam mewujudkan acara Kota Puisi, dengan semangat luar biasa penyair Muhrain membantu menyiarkannya dengan cepat. 

“Di Lhokseumawe telah dibuat acara Kota Puisi, berlangsung di Lapangan Hiraq, 26 Nopember 2015 yang undangannya disebarkan oleh Komunitas Sastra Lazuardi yang dipimpin Asmaul Husna,” kata Thayeb.

Selain Banda Aceh dan Lhokseumawe, kata Thayeb, acara Kota Puisi juga segera dilaksanakan di kota Langsa, dijadwalkan di Lapangan Merdeka, Langsa, pada 20 Desember 2015. 

“Acara Kota Puisi di Langsa dikoordinir oleh Komunitas Seni Rajut Universitas Samudra, pimpinan penyair Zab Bransah. Muhrain terlibat dalam rapat kepanitiaan itu,” kata Thayeb.

Thayeb mengatakan, penyair dan pemain teater asal Aceh Jaya, Erwin dari komunitas AMuK, menyatakan kepadanya acara Kota Puisi juga segera dibuat di Calang, Aceh Jaya. Selain itu, Thayeb mengaku, dirinya bersama Muhrain tengah menjajaki kemungkinkan ada yang bersedia membuat acara Kota Puisi di di kota-kota seluruh Aceh, bahkan di luar Aceh.

“Acara Kota Puisi dirancang untuk semua seniman dan masyarakat. Walaupun undangannya disebarkan oleh pengurus komunitas yang kalau di Banda Aceh memakai logo (lambang) Sekolah Hamzah Fansuri, namun itu untuk pengalamatan semata,” kata pendiri dan pengajar di Sekolah Hamzah Fansuri ini.

Thayeb mengatakan, FLP Banda Aceh dengan membawa Laskar Su’ara 227-nya selalu mengikuti acara ini, dan beberapa komunitas lain serta beberapa tokoh seni lain pun menyatakan akan mengikuti acara Kota Puisi.

“Siapapun handai taulan yang mencintai seni, kami undang untuk menghadiri acara Kota Puisi. Semoga Aceh kembali menjadi pusat peradaban di Asia Tenggara, menjadi pusat seni, menjadi pusat sastra lagi,” harap Thayeb, penulis novel Aceh 2025.[]