LANGSA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa kembali menggelar wisuda sarjana ke-II periode ke-II tahun 2015 (wisuda ke-18 sejak lembaga ini didirikan). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Seuramoe Teuhah kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Selasa ,22 Desember 2015.
Sebanyak 341 mahasiswa diwisuda yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 213 orang, Fakultas Syariah 86 orang dan dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah 42 orang. Tujuh di antaranya merupakan lulusan terbaik yang dicapai oleh Sri Cahaya Lestari, S.H.I dari Fakultas Syariah Jurusan AS dengan IPK 3.79, Marda Eli Shinta S. Pd dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan PBI dengan IPK 3.76, Khairul Husan S.H.I dari Fakultas Syariah Jurusan MU dengan IPK 3.70, Muhammad Iqbal S.Pd dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan PMA dengan IPK 3.65, Retno Lestari S. Kom. I dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Jurusan KPI dengan IPK 3.64, Isnina S.Pd dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan PBA IPK 3.63 dan Eli Kapri S.Pd I dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan PAI dengan IPK 3.53.
Rektor IAIN Zawiyah Cot Kala, Dr. H. Zulkarnaini, berharap para lulusan bisa mengimplementasikan ilmunya selama kuliah di masyarakat. Menurutnya, wisuda merupakan sebuah ritual akademik untuk mengukuhkan kelulusan mahasiswa.
“Mereka yang diwisuda itu berarti telah diijazahkan atau telah diberikan peunutoh sebagai seorang sarjana, sampai saat ini IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa telah melaksanakan wisuda sebanyak 18 kali dan menghasilkan 7.387 lulusan,” ujarnya.
Zulkarnaini di sela-sela rapat senat terbuka wisuda sarjana strata satu (S1) juga berpesan, para wisudawan yang dikukuhkan kemarin agar selalu waspada dan menjaga diri. “Asahlah pikiran dan intelektualitas Anda supaya tetap cerdas dan tajam, tetapi jangan lupa untuk mengasah hati dan akhlak Anda supaya ia selalu kemilau dan bercahaya. Jadilah pribadi-pribadi yang di dalamnya terpadu dua kecerdasan yang seimbang, jadilah intelektual yang cerdas dan berwibawa namum rendah hati dan berakhlak mulia. Manusia memang diciptakan dengan membawa nafsu bersamanya namun jadikanlah ia sebagai alat pendorong dan motivator untuk meraih kesuksesan yang mulia,” katanya.