TERKINI
EKBIS

‘Penyuluh Jangan Bekerja Setengah Hati’

LANGSA - Wakil Wali Kota Langsa H. Marzuki Hamid, meminta para penyuluh serius mendampingi petani. Mereka diminta benar-benar aktif dan membuktikan kinerjanya sebagai pendamping petani.…

ZULKIFLI ANWAR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 627×

LANGSA – Wakil Wali Kota Langsa H. Marzuki Hamid, meminta para penyuluh serius mendampingi petani. Mereka diminta benar-benar aktif dan membuktikan kinerjanya sebagai pendamping petani. Hal itu disampaikannya dalam rapat evaluasi tenaga penyuluh pertanian se-Kota Langsa di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Langsa Timur, Selasa, 22 Desember 2015.

“Bina petani karena tugas dan fungsi penyuluh harus fokus pada masing-masing sub sektornya, baik tanaman pangan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Pasalnya, saat ini sangat dibutuhkan bagi para petani ini bagaimana meningkatkan produksi pertanian mereka. Penyuluh jangan bekerja setengah hati. Sebab, kerja seperti ini tidak akan memberi hasil yang maksimal sehingga target yang kita maksud pun tidak akan tercapai,” kata Marzuki.

Penyuluh katanya juga harus memiliki kemampuan di bidang pertanian yang menjadi kunci mengubah perilaku petani dalam bercocok tanam, sehingga hasil panen meningkat dengan menerapkan metode yang lebih efisien. Para penyuluh juga bisa mengembangkan pertanian di lingkungannya sebagai bukti kesiapannya sekaligus untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada mereka.

“Jangan sampai di lingkungan penyuluh sendiri tidak ada pengembangan pertanian atau malah tanaman yang ada tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini tentunya membuat petani jadi apatis terhadap penyuluh dan akhirnya tidak mau mengikuti arahan yang diberikan penyuluh secara teori,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Langsa, Nasrullah A. Zalil mengatakan, penyuluh setiap tahunnya harus memiliki rencana kerja, program penyuluhan dan mengenal wilayah kerja penyuluhan pertanian (WKPP) sehingga kesiapannya untuk menjadi pendamping petani benar-benar matang dan layak.

“Kalau seorang penyuluh tidak ada rencana kerja, program penyuluhan pertanian dan belum mengenal WKPP, jadi keberadaannya atau eksistensi tim tersebut perlu dievaluasi sebagai tenaga penyuluh layak atau tidak layak,” katanya.

Nasrullah juga mengingatkan, setiap petani harus menggunakan benih unggul yang sudah bersertifikat. Ketika panen padi sebaiknya dipotong dengan menggunakan sabit bergerigi sedangkan paska panen nanti padi harus dikeringkan dengan kadar air yang relatif rendah sehingga hasilnya berkualitas.

Sedangkan di sektor perikanan maupun peternakan, penyuluh harus menjelaskan pada petani terkait pemilihan bibit, penggunaan pakan dan tata laksana pemeliharaan untuk mengontrol perkembangbiakan benih agar terhindar dari penyakit.[] (ihn)

ZULKIFLI ANWAR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar