TERKINI
NEWS

20 Mobil Senilai Rp5,7 Miliar Masuk Rancangan APBK-P Aceh Utara?

"Mobil itu untuk operasional sejumlah camat, dinas (SKPK), termasuk keperluan AKD (alat kelengkapan dewan)".

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

LHOKSUKON – Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Aceh Utara dilaporkan mengusulkan dana senilai Rp5,7 miliar untuk pengadaan 20 mobil dalam Rancangan APBK Perubahan (APBK-P) 2015.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Jumat, 6 November 2015, usulan pengadaan 20 mobil itu telah dibahas Panitia Anggaran DPRK bersama TAPK Aceh Utara saat pembahasan Rancangan KUPA-PPASP. DPRK kini menunggu Rancangan APBK-P dari TAPK untuk disahkan menjadi qanun. (Baca: Kapan APBK-P Aceh Utara akan Disahkan?).

“Ada usulan dana sekitar 5,7 miliar untuk pengadaan 20 mobil, sebagian besar jenis Avanza. Mobil itu untuk operasional sejumlah camat, dinas (SKPK), termasuk keperluan AKD (alat kelengkapan dewan). Untuk DPRK akan dipinjam pakai sekitar 10 unit,” kata sumber portalsatu.com.

Sekda Aceh Utara Isa Ansari, Kepala DPKKD Muhammad Nasir dan Kepala Bagian Umum/Perlengkapan Setdakab Fauzan yang dihubungi terpisah, Jumat sore, tidak merespon panggilan masuk di telpon selulernya. Ketiganya juga belum merespon konfirmasi melalui SMS tentang usulan pengadaan 20 mobil itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Abdul Mutaleb membenarkan informasi tersebut.  Kata dia, TAPK mengusulkan pengadaan 20 mobil itu untuk mendukung operasional sejumlah camat, SKPK, dan AKD.

“Untuk AKD statusnya pinjam pakai, karena 10 mobil operasional periode sebelumnya sudah dikembalikan ke Sekretariat Daerah, mengingat kondisinya sering rusak, sehingga banyak menghabiskan biaya perawatan dan perbaikan,” ujar Abdul Mutaleb akrab disapa Taliban.

Menurut Taliban, usulan pengadaan 20 mobil itu akan dibahas kembali setelah TAPK menyerahkan Rancangan APBK-P ke DPRK. “Termasuk usulan (pengadaan mobil) untuk menunjang operasional camat dan SKPK, kita akan minta agar betul-betul selektif. Misalnya, mempertimbangan kondisi wilayah tugas seperti Camat Langkahan atau kecamatan lainnya yang berada di pedalaman Aceh Utara yang memang butuh kendaraan operasional yang layak,” katanya.[] (idg)

 

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar