BANDA ACEH – Kerusuhan di Lapas Kelas II Banda Aceh di Ingin Jaya, Aceh Besar, dipicu oleh tidak tersedianya air bersih sejak tiga hari lalu. Para tahanan akhirnya berunjuk rasa dengan memukul-mukul tembok serta melempar batu ke arah sipir.
Informasi yang dikumpulkan oleh portalsatu.com menyebutkan dalam aksi tersebut para narapidana juga menuntut tiga hal kepada pengelola Lapas. Tuntutan tersebut adalah pengadaan air bersih, pergantian Kepala Lapas H Ahmad Faedhoni, SH MH, dan pengadaan geinset.
Aksi ini berhasil diamankan oleh ratusan personil polisi dari Polresta Banda Aceh yang dibantu oleh personil Brimob Polda Aceh. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk menenangkan para tahanan.
Unjuk rasa para tahanan ini turut disikapi oleh Kakanwil Depkumham Aceh, Suwandi. Dia mendatangi lokasi dan menyerap aspirasi para tahanan.
“Para napi menuntut pengadaan air bersih. Katanya sudah tiga hari pompa di Lapas rusak tetapi tidak ada perbaikan. Sebenarnya pompa air baru sudah dibeli, tapi karena tukangnya belum datang sehingga belum dipasang,” ujar Kakanwil Depkumham Aceh, Suwandi.
Dia mengaku akan memenuhi semua tuntutan para tahanan termasuk mencopot Kepala Lapas H Ahmad Faedhoni, SH MH. Kebijakan tersebut diambil Kakanwil Depkumham setelah menggelar rapat darurat di Lapas bersama para sipir LP Lambaro.