BANDA ACEH – LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Antarbangsa, PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki), menjadwalkan bincang kebudayaan bertajuk Hubungan Aceh dan Afrika, di Sultan II Selim ACC, Banda Aceh pada Sabtu 12 Maret 2016, pukul 14:00 WIB sampai selesai.
Aktivis di PuKAT, Thayeb Loh Angen, mengatakan, acara tersebut menghadirkan pakar hubungan antarbangsa, Nur Djuli dan Juanda Djamal. Keduanya, kata Thayeb, sudah beberapa kali ke Arfika dalam urusan penting.
Aceh punya hubungan kuat dengan Afrika, sejak masa silam. Contohnya, Habsyi (Ethiopia) tampaknya telah terhubung dengan Aceh di Samudera Hindia. Bahkan Mas'udi (Sejarawan Arab terkenal) menyebutkan bahwa Laut Abyssinia untuk Samudera Hindia, kata Thayeb dalam siaran persnya.
Thayeb mengatakan, orang Habsyi terdapat di Asia Selatan dan Tenggara misalnya di Aceh, dan Benggala (India).
Orang Habsyi dikenal sebagai orang pelaut. Misalnya Negara adidaya Byzantium berkolaborasi dengan Habsyi untuk mengatasi hegemoni Iran (Persia) dalam menjalin hubungan dengan China, katanya.
Dengan Aceh, kata Thayeb, ada tentara Habsyi di dalam pasukan ketentaraan kedua pada masa Sultan Al-Kahhar dan Iskandar Muda.