BANDA ACEH – Zakaria Saman atau Apa Karya mengundurkan diri sementara dari jabatan Tuha Peut Partai Aceh (PA) lantaran ia akan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh lewat jalur perseorangan pada pilkada/pemilukada 2017.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syedara Apa Karya, Safrizal melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 23 Maret 2016, mengatakan, pihaknya menyambut positif dan mendukung sepenuhnya keputusan Zakaria Saman mengundurkan diri sementara dari Anggota Majelis Tuha Peut PA.

“Terutama untuk fokus mencalonkan diri sebagai bakal pasangan calon Gubernur Aceh pada pemilukada Aceh tahun 2017 melalui jalur independen (perseorangan), dan juga sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota sebagaimana pasal 24 huruf h dengan bunyi: Mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik atau partai politik lokal paling lambat tiga bulan sebelum pendaftaran calon,” kata Safrizal.

Safrizal menyebut Apa Karya memilih mundur dari PA supaya memenuhi salah satu syarat yang telah ditetapkan dalam qanun, selain syarat berupa dukungan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) khusus bagi bakal calon (balon) yang maju melalui jalur independen.

“Itu merupakan keputusan yang bijak dan tepat dalam menghadapi perkembangan politik terutama menjelang pemilukada Aceh tahun 2017,” ujar Safrizal.

Menurut Safrizal, beda pendapat dan jalur yang ditempuh Apa Karya dengan para sahabat dan rekan-rekannya bukan berarti terjadi perpecahan di tengah kondisi politik Aceh saat ini. Namun, kata dia, mereka memiliki sudut pandang  dan pemikiran yang berbeda untuk Aceh yang lebih baik.

“Terutama untuk menjaga dan merawat keberlanjutan perdamaian Aceh serta memperjuangkan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia. Dan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) secara utuh di bumi Serambi Mekkah, kesejahteraan rakyat yang merata baik itu peningkatan insfrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun pembukaan lapangan kerja untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh,” katanya.

DPP Syedara Apa Karya mengharapkan semua pihak menghormati keputusan Apa Karya terutama jajaran PA dan Komite Peralihan Aceh (KPA) dalam menyikapi hal itu. “Apa Karya menyambut dengan hangat dan membuka komunikasi bagi siapa saja yang ingin memberikan dukungan kepada dirinya di pemilukada Aceh 2017,” ujar Safrizal.

“Mari kita satukan tekad dan pendapat untuk Aceh yang sejahtera dan bermartabat yang berlandaskan pada asas keadilan yang menyeluruh,” ujar dia lagi.[](rel)