BANDA ACEH – Sebagaimana halnya Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya, ternyata Zaini Abdullah yang juga unsur Tuha Peuet PA juga tak hadir pada rakor partai tersebut di Hermes Hotel, Banda Aceh, tadi malam.
Zaini Abdullah yang juga Gubernur Aceh mengatakan, ketidakhadirannya pada rapat koordinasi karena ia menilai manajemen PA sudah dihancurkan oleh oknum-oknum. Karenanya, kata Zaini, mana boleh dirinya datang ke partai yang telah dihancurkan manajemennya oleh oknum-oknum tersebut.
Tanggapan itu disampaikan Gubernur Zaini Abdullah menjawab Serambi via sms yang mempertanyakan kenapa dirinya tidak hadir pada Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh tersebut.
Setelah menjawab pertanyaan pertama (alasan ketidakhadiran), Serambi mengajukan pertanyaan berikutnya. Pak Gubernur Zaini Abdullah sebagai anggota Tuha Peuet PA bisa memberikan nasihat dan pemikiran yang positif agar PA yang dinilai sudah hancur itu bersatu dan kuat kembali. Kalau Pak Gubernur tidak hadir bisa dinilai kurang baik oleh kader mudanya PA. Namun pertanyaan itu tidak dijawab atau ditanggapi oleh Zaini.
Membantah
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Kamaruddin alias Abu Radak yang dimintai tanggapannya atas penilaian Gubernur Zaini Abdullah bahwa manajemen PA sudah dihancurkan oleh oknum-oknum membantah penilaian itu. Manajemen PA masih baik dan belum hancur.
Buktinya, rapat koordinasi PA semua Pengurus DPA PA, DPW, dan DPD hadir seluruhnya. Begitu juga dengan anggota DPRA, DPRK, bersama Ketua KPA-nya hadir, kata Abu Razak.
Terhadap dua anggota Tuha Peuet yang tidak hadir, yaitu Zakaria Saman dan Zaini Abdullah, menurut Kamaruddin undangan kepada kedua orang itu sudah disampaikan dua hari sebelum acara dilaksanakan. Ini artinya, pada hari Selasa atau Rabu, undangan itu sudah diantar panitia kepada kedua orang anggota Tuha Peuet DPA Partai Aceh itu.
Ketua Tuha Peuet Malik Mahmud Al-Haythar bisa datang, tapi kenapa dua anggota Tuha Peuet yang telah diundang dua hari sebelumnya tidak bisa hadir, alasannya kita kembali kepadanya, tandas Abu Razak.
Sebagai Wakil Ketua DPD Partai Aceh, kata Kamaruddin, pihaknya telah memberikan penghormatan yang baik kepada kedua anggota Tuha Peuet tersebut. Penghormatan yang kita sampaikan itu disikapi seperti ini, kami ambil sikap bersabar saja, tutur Kamaruddin.
Diakhir penjelasannya, Mualem juga menyatakan, kepengurusan DPA Partai Aceh masih sangat kuat dan itu bisa dilihat dari kehadiran kepengurusan PA dan partai koalisi pada rapat koordinasi DPA Partai Aceh. Manajemen DPA Partai Aceh masih kokoh dan kuat, kami sudah bersatu padu untuk menjaganya, tegas Mualem.[] Sumber: serambinews.com