“Ta Peuphon bak Gampong” (Kita Mulai dari Desa / Start from Our Village)
Inisiatif ini awalnya bermula dari keresahan melihat tumpukan sampah yang sudah terlalu lama dijadikan tempat pembuangan di pinggir jalan sekitar bantaran Sungai Lamnyong, Gampong Rukoh. Kawasan ini unik karena merupakan penghubung menuju dua kampus utama Aceh (Unsyiah dan UIN). Ada pasar tradisional dan warung kopi yang populer, punya area sungai dan tanggul, serta komposisi warganya yang didominasi oleh mahasiswa kos-kosan dan keluarga. Bagi mereka yang tahu daerah ini pasti paham hal tersebut. Sehingga sangat sayang rasanya kalau Rukoh ini terus semrawut dan jorok.
Inisiatif ini kemudian berlanjut dengan terpilihnya proposal kami sebagai Prakarsa Masyarakat Terbaik dalam sayembara penyelenggaraan penataan ruang oleh Kementerian PU dan Dinas Cipta Karya Aceh bulan November 2014. Komunitas kami berhak mengelola dana untuk mewujudkan bentuk penyelenggaraan penataan ruang oleh masyarakat di Rukoh, yang nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan.
Baru sekitar 1 bulan lalu, Alhamdulillah akhirnya dana tersebut jelas bisa cair sehingga program ini dapat direalisasikan di Rukoh. Setelah melalui berbagai penyesuaian dari pihak PU, Geuchik, Kepala Dusun, dan beberapa rekan lainnya, maka Jumat adalah hari perdana rangkaian kegiatan Komunitas Aceh Bangun Lestari ini dimulai:
“Save Our Earth Save Our Breath”
Jumat, 23 Oktober
Bekerja sama dengan P3L (Pemuda Peduli Lingkungan) melakukan sosialisasi masalah lingkungan kepada warga Rukoh (100 peserta dari SMP, SMA, dan elemen masyarakat lainnya).
Sabtu, 24 Oktober
Pembersihan kawasan dan penanaman pohon di 10 titik kawasan bantaran Sungai Lamnyong (terbuka untuk umum).
Akan ada juga beberapa rangkaian kegiatan lain yang masih dimatangkan konsep, teknis, dan jadwalnya dalam 1-2 bulan ke depan, antara lain:
1. “Waste Management Training”