BANDA ACEH – Ketua DPD NasDem Aceh, Zaini Djalil mengatakan mendukung penuh langkah-langkah yang dibangun partai politik di Aceh memperjuangkan implementasi MoU Helsinki dalam aturan turunannya UU Pemerintah Aceh. Dukungan tersebut diberikan oleh Zaini Djalil dalam silaturahmi antar partai politik lokal dan partai nasional di Meuligo Wagub Aceh, Sabtu, 14 November 2015 malam.
“Kalau kita melihat visi yang ada terpampang pada hari ini, NasDem memberikan dukungan penuh. Mengenai MoU Helsinki, kita berdebat bersama-sama, bukan di media, apa yang harus kita perjuangkan harus jelas. Jadi juga jangan tampil nanti misalnya, hanya satu orang yang berdebat. Di sana seakan-akan hanya satu orang yang berjuang. Kita bahas dulu bersama, siapa juru bicara silakan, siapa yang harus di depan silakan,” katanya di hadapan pimpinan partai politik.
Namun dia meminta adanya konsep bersama dalam memperjuangkan implementasi tersebut. Dia juga menekankan agar perjuangan ini tidak dilakukan hanya sebatas ketika ada masalah saja, namun juga berkesinambungan.
“Jadi tidak pertemuan berbicara MoU Helsinki, berbicara UU Nomor 11, setelah itu ditinggalkan (kemudian) kita akan membicarakan pada lima tahun yang akan datang,” katanya.
Dia mengatakan sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menuntaskan implementasi MoU Helsinki dalam aturan turunannya UU Nomor 11 Tahun 2006.
“Agar masyarakat tidak bingung hari ini. Kita menjelaskan kepada masyarakat, mana yang kita perjuangkan, mana yang tidak bisa kita perjuangkan, mana yang harus kita ikuti, mana yang perlu kita lawan, pemerintah pusat akan kita lawan. NasDem siap untuk itu. Saya kira sikap NasDem jelas, bagaimana dengan apa yang kita perlihatkan selama ini,” katanya.[]
