JAKARTA — Adapun masa Dinasti Ottoman atau Turki Utsmani juga meninggalkan warisan peradaban di Eropa. Khususnya di bidang militer dan arsitektur. Zaman keemasan Ottoman terjadi pada masa Sultan Sulaiman I. Meskipun demikian, proses menuju zaman keemasan sudah dimulai sejak seabad sebelumnya dengan ditaklukkannya wilayah-wilayah di daratan Eropa.
Bidang militer menjadi tulang punggung kemajuan keluasan wilayah dan berjasa dalam mengembangkan Islam di Eropa secara politik. Muhammad Syafii Antonio dalam Encyclopedia of Islamic Civilization menjelaskan, militer Turki Utsmani terdiri dari prajurit-prajurit yang memiliki keberanian, keterampilan, ketangguhan, dan kesiapan berperang kapan pun.
(Baca: Jejak Kegemilangan dan Penolakan terhadap Jasa Besar Peradaban Islam)
Kekuatan militer ini mulai diorganisasikan dengan baik dan teratur setelah terjadi kontak senjata dengan Eropa. Pembaruan di tubuh militer Turki Ottoman mulai dilakukan pada masa kekuasaan Sultan Orkhan. Ketika itu, bangsa-bangsa non-Turki mulai dimasukkan dalam dinas kemiliteran. Bahkan, anak-anak Kristen yang masih kecil dibina dan diasramakan dalam suasana Islam untuk dididik menjadi prajurit yang tangguh. Program ini ternyata berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut Janissari atau Inkisyariah.