TERKINI
NEWS

Warga yang Mengungsi Pasca Bentrokan Singkil Diperkirakan Capai 2 Ribu Lebih

Kecamatan Suro merupakan daerah perbatasan dengan wilayah Kecamatan Gunung Meria dengan jarak 10 kilometer dari titik pasca insiden kemarin.

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 768×

SINGKIL- Pasca kisruh  di Gunung Meria, Kabupaten Singkil, masyarakat di tiga desa  dalam Kecamatan Suro mengungsi. Kecamatan Suro merupakan daerah  perbatasan dengan wilayah Kecamatan Gunung Meria dengan jarak 10 kilometer dari  titik pasca insiden kemarin. Hal ini dibenarkan oleh Camat Suro Abdul Manaf saat dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu 14 Oktober 2015, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Ada tiga desa yang mengungsi di kecamatan kita terdiri  Desa Madumpang,  Desa Keras dan Desa Siompin. Lebih kurang jumlah warga di sana  yang mengungsi ada sekitar 2000 orang. Mereka mengungsi ke Desa Seragih dan Tapanuli Tengah Sumatra Utara,” katanya.

Abdul Manaf  menyebutkan, pihaknya untuk saat ini sedang melakukan pendataan yang akurat, karena data yang telah ditemukan belum bisa memastikan angka jumlah dari total keseluruhannya. Sementara ia menyebutkan  untuk seluruh pengungsi mayoritasnya merupakan non muslim.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan setiap geuchik -geuchik untuk memberi data yang benar sesuai jumlah masing- masing berdasarkan  kartu keluarga milik masyarakat,” katanya.

Kondisi warga untuk sementara, lanjut Camat Manaf, masih bisa dikendalikan untuk tidak terpengaruh dengan informasi – informasi yang menyedutkan ke satu pihak lainnya.

“Kita upayakan warga untuk bisa menyelamatkan dirinya dengan tidak melakukan perlawanan demi terciptanya keadaan yang kondusif,” katanya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan pihak lain yang memanfaatkan kondisi yang  sedang resah ini, kita yakin perseolan ini akan bisa kita selesaikan,” ujarnya lagi. [] (mal)
 

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar