SIGLI – Ratusan warga Kule, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, menolak campur tangan PT Samana Citra Agung terkait pembebasan tanah areal pabrik semen. Warga minta ganti rugi dilakukan langsung PT Semen Indonesia.

Penolakan tersebut dilontarkan sejumlah warga Kule dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, S.E., Rabu, 20 April 2016, sekira pukul 23.00 WIB, di Meunasah Kule.

“Kami masyarakat Kule menolak campur tangan PT Samana untuk membayar ganti rugi tanah warga. Dan, kami ingin PT Semen Indonesia yang membayar langsung,” ujar Misran, tokoh pemuda yang secara tiba-tiba bangkit dari duduknya saat pertemuan itu.

Kepada wakil bupati, Misran mengatakan, pihaknya tidak akan mengizinkan pembangunan pabrik dilaksanakan sebelum kompensasi untuk warga diselesaikan. Pihaknya juga menuding PT Samana telah melakukan perampasan paksa tanah warga dengan ganti rugi sesuka hati mereka.

Rapat dengar pendapat yang juga dihadiri Asisten Pemerintahan Pidie Yusri Malik, Asisten Kesra dan Pembangunan Maddan dan Kepala Kesbangpol Linmas, Jufrizal dan Muspika Kecamatan Batee, berlangsung aman.

Wakil Bupati Pidie M. Iriawan kepada masyarakat mengatakan, dirinya menampung aspirasi warga dan akan segera disampaikan ke PT Semen Indonesia. Namun, dia sangat berharap kepada warga untuk tidak menghambat kehadiran pabrik semen dibangung di kawasan itu. Karena, menurut dia, dengan adanya industri di kawasan tersebut akan menambah pendapatan masyarakat.

“Saya akan memperjuangkan agar dapat diutamakan warga lokal sebagai tenaga kerja di pabrik besar ini,” kata Wabup yang mengaku telah menyampaikan kepada Direktur Utama PT Semen Indonesia agar mengirimkan putra daerah untuk magang di sejumlah pabrik semen di Indonesia.[]