LHOKSUKON – Masyarakat dari sejumlah desa bersama Muspika melakukan perbaikan jembatan gantung Gampong Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Jumat, 27 November 2015. Jembatan tersebut berbatasan dengan Gampong Asan Ara Kemudi, Kecamatan Lhoksukon.
Jembatan yang dibangun pada tahun 1982 itu merupakan jalur lintas warga di tiga kecamatan. Masingmasing, Kecamatan Paya Bakong, Pirak Timu dan Cot Girek.
Perbaikan dengan sumber dana dari swadaya masyarakat ini bekerja sama dengan Muspika Pirak Timu, khususnya pihak kecamatan dan koramil, kata Geuchik Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Aziz saat ditemui portalsatu.com di lokasi.
Ia menyebutkan, paska jatuhnya lantai jembatan yang mengakibatkan mobil operasional terperosok sepekan lalu, banyak warga yang ikut terjatuh di lubang yang sama. Hal itu terjadi di malam dan siang hari.
Untuk rehab alakadar hari ini, warga mengganti lantai jembatan yang bolong dan legel dengan papan yang terbuat dari batang pohon kelapa. Jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Hari ini saja warga masih melintas meski perbaikan sedang dilakukan. Karena jembatan ini jalur terdekat menuju kecamatan Lhoksukon, yakni sekitar 2 kilometer, ujarnya.
Mewakili warga lainnya, Abdul Aziz berharap pemerintah segera membangun jembatan rangka baja. Pasalnya jika hanya dibangun jembatan gantung seperti semula hanya akan bertahan sementara.
Hasil tani masyarakat di perkebunan sawit, pinang dan coklat (kakao) saat ini cukup baik. Dan jembatan ini merupakan jalur lintas utama membawa hasil tani tersebut untuk dijual ke pasar. Jika harus memutar dari Kecamatan Matangkuli akan memakan waktu dan tambahan biaya operasional, kata Geuchik Asan Krueng Kreh.
Sementara itu, Camat Pirak Timu, H Tarmizi yang ditemui di lokasi yang sama mengatakan, anggaran untuk rehab jembatan ini sudah dimasukkan dalam APBK Murni tahun 2016 mendatang.
Saat ini kami meminta Bupati Aceh Utara melalui dinas terkait agar segera merealisasikan dana tersebut. Sehingga jembatan dapat segera direhab dan kembali bisa dilalui maksimal oleh masyarakat, kata Tarmizi.
Seperti yang diketahui, jembatan gantung itu sempat direhab pada tahun 2006 setelah insiden jatuhnya mobil tanki milik PDAM Tirta Mon Pase. Kemudian Desember 2011 setelah sling sayap kiri jembatan putus akibat tertimpa pohon pinang yang roboh. Kala itu jembatan menjadi miring.[]


