TERKINI
NEWS

Warga Antarkampung Bentrok di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Massa antarkampung terlibat bentrokan berdarah di Kampung Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, Kamis, 9 Februari 2017 sekitar pukul 23.35 WIB. Dua sepeda…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

SUBULUSSALAM – Massa antarkampung terlibat bentrokan berdarah di Kampung Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, Kamis, 9 Februari 2017 sekitar pukul 23.35 WIB. Dua sepeda motor dibakar massa dan seorang warga terluka parah.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, korban luka parah dalam bentrokan ini adalah Zulkifli Tinambunan. Pria asal Kampung Buluh Duri Kecamatan Simpang Kiri tersebut mengalami luka parah di kepala bagian belakang. Saat ini, lelaki berusia 37 tahun itu terpaksa menjalani perawatan di RSUD Kota Subulussalam usai diserang sekelompok warga dari Kampung Badar, Kecamatan Rundeng.

Sementara dua sepeda motor yang dibakar merupakan milik warga Kampung Badar, yang diduga melakukan serangan ke Kampung Buluh Duri. Kini, kedua sepeda motor tersebut diamankan di Mapolsek Simpang Kiri sebagai barang bukti.

Kapolsek Simpang Kiri, AKP Dede Kurniawan, SIK, kepada portalsatu.com, Jumat, 10 Februari 2017 membenarkan adanya bentrok antarkampung tersebut. Hingga sekarang, polisi masih menyelidiki penyebab bentrok fisik massal ini.

Pantauan wartawan di Kampung Buluh Duri yang menjadi tempat kejadian perkara, masih kondusif.

Camat Rundeng, Irwan Faisal, saat dihubungi wartawan mengaku belum tahu penyebab bentrokan antarwarga tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, diduga tawuran itu berkaitan dengan masalah antarpemuda.

Dia merujuk keterangan beberapa sumber di lapangan yang menceritakan kronologis kejadian sebelum bentrok massa itu terjadi. Awalnya salah satu pemuda asal Kampung Badar melintas di Buluh Duri. Namun, pemuda itu tiba-tiba jatuh.

Kejadian tersebut membuat sekelompok warga yang sedang duduk di kawasan itu tertawa. Mereka menduga pemuda tersebut terjatuh karena pengaruh minuman keras.

“Setelah itu dia kembali ke Kampung Badar dia cerita sama warga, katanya dia dipukul. Saya tidak tahu benar atau tidak, tapi begitulah info sementara,” kata Irwan.

Sejumlah warga Kampung Badar yang menerima informasi tersebut tidak terima. Mereka kemudian mendatangi lokasi dan terlibat bentrok fisik dengan sekumpulan warga Buluh Duri. Penyerangan ini kemudian memicu datangnya massa dari Kampung Buluh Duri.

“Karena melihat massa terlalu banyak, warga Kampung Badar lari untuk menyelamatkan diri. Sementara dua sepeda motor tinggal di lokasi, itu yang dibakar tadi malam,” kata Irwan.

Beruntung bentrok fisik antarkampung ini cepat diantisipasi pihak kepolisian yang datang ke lokasi. Sehingga tawuran massa tidak terjadi.

“Untung pihak kepolisian cepat datang ke TKP untuk menenangkan situasi, karena saat itu dua kelompok massa sudah sama-sama ramai,” kata Irwan, seraya mengatakan saat ini unsur Muspika dari dua kecamatan sedang berkumpul di Kantor Camat Simpang Kiri untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai.[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar