SUBULUSSALAM – Dalam Musrenbang tingkat kota yang dibuat Bappeda Subulussalam hari ini, Wali Kota Subulussalam Merah Sakti mewanti-wanti para kepala desa agar berhati-hati dalam mengelola dana desa. Para kepala desa diminta selalu berkonsultasi dengan camat dan dinas terkait dalam hal tata kelola dana desa.
Merah Sakti meminta pihak berwajib agar menangkap kepala desa yang diketahui menyelewengkan dana tersebut agar tidak macam-macam.
“Kita tidak bermain-main menyangkut masalah dana desa ini bila ada kepala desa yang diketahui menggelapkan dana desa supaya pihak berwajib menagkap,” katanya saat memberi sambutan di Musrenbang yang digelar di Hotel Hermes One Subulussalam, Selasa, 29 Maret 2016.
Pada kesempatan itu ia juga menyinggung terkait kondisi jalan Gelombang (Subulussalam) yang menghubungkan ke Muara Situlen (Aceh Tenggara) yang sampai sekarang belum terealisasi anggarannya oleh Pemerintah Aceh untuk pembukaan jalan itu.
“Terkadang Pemerintah Aceh abaikan usulan daerah, dalam hal ini Kota Subulussalam yang setiap tahun dalam Musrenbang tingkat provinsi selalu mengusulkan agar pembukaan jalan Gelombang – Muara Situlen dapat diplotkan anggarannya. Juga usulan pembangunan pabrik minyak goreng yang sampai sekarang belum juga ditanggapi,” kata Merah Sakti.
Akibat tidak adanya perhatian Pemerintah Aceh pada pembukaan jalan tembus antar kabupaten itu, pada 2016 ini Pemko Subulussalam terpaksa memplotkan dana otonomi khusus sebesar Rp 5 miliar, melalui program TNI Manunggal Masuk Desa. Pengerjaannya dilaksanakan tahun ini.
Ia juga meminta Kepala Bappeda Aceh agar merealisasikan semua program lama yang diusulkan Pemerintah kota Subulussalam ke dalam APBA 2017 nanti. Termasuk usulan pembangunan Masjid Agung Subulussalam yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kota Subulussalam[](ihn)
Laporan Wahda