JAKARTA – Pembalap MotoGP asal Italia, Velentino Rossi, mengungkapkan kekesalanya atas manuver Marc Marquez di sirkuit Sepang, Minggu, 25 Oktober 2015 lalu. Karena dianggap bersalah telah membuat Marquez jatuh dalam lomba itu, ia dihukum harus start dari posisi terakhir dalam lomba terakhir di Valencia, 8 November mendatang. Hal itu bakal menyulitkanya kembali merengkuh juara dunia, meski kini ia masih memuncaki klasemen dengan keunggulan 7 poin.
“Tentu saja saya sangat kecewa,” kata Rossi. “Ia (Marquez) menang. Ia jadi penentu kejuaraan dan dia membuat saya kehilangan gelar juara. Saya pikir dia akan sangat bahagia.”
Bukan itu saja, pembalap kelahiran 1979 juga tidak mau disebut menendang Marquez hingga jatuh. Tapi, Rossi membantahnya. Ia menyampaikan pembelaannya dalam situs Yamaha. Ia mengunggah video kejadian yang diambil di atas helikopter.
“Ini sangat jelas dari rekaman helikopter (di Sepang), aku tidak ingin membuat dia kecelakaan. Saya hanya ingin membuatnya kehilangan waktu.” Rossi juga menyebut gaya membalap Marquez lebih buruk dari seri di Australia.
Rekaman itu juga menunjukkan sebelum Marquez jatuh, helm pembalap asal Spanyol itu sudah menyundul bagian kaki Rossi. Ketika helm itu menyentuh, Rossi terlihat langsung menggerakan kakinya menghindari benturan lebih keras. (Lihat link videonya di sini dan di sini)
Direktur Lomba MotoGP, Mike Webb, mengakui dari berbagai tayangan ulang, pihaknya tak menemukan bukti pendukung yang meyakinkan tentang tendangan itu. Tapi, Rossi tetap dihukum karena terbukti secara sengaja telah melakukan langkah melanggar aturan saat menghalangi laju Marquez.[] sumber: tempo.co