LHOKSEUMAWE – Puluhan warga Dusun 1 dan 2, Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan mual-mual dan bahkan tumbang, Senin, 26 Oktober 2015 sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka diduga menghirup bau seperti amoniak dari pabrik urea PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).
Petugas PT PIM langsung mengevakuasi korban yang telah pingsan (tumbang) dan mual-mual ke rumah sakit milik perusahaan selang 30 menit kejadian tersebut.
Nuriah, 40 tahun, salah satu korban kepada portalsatu.com di rumah sakit PIM, mengaku sudah tiga hari terakhir menghirup bau tidak menyengat dari pabrik tersebut. Namun puncak bau ini tidak mampu dibendung lagi sekitar pukul 12.00 WIB tadi.
Tadi kami tidak sanggup menahan lagi, sebab bau yang dikeluarkan sudah sangat keras. Ada beberapa orang yang tumbang akibat bau tersebut dan puluhan masyarakat lainnya pada muntah-muntah karena baunya menyengat, kata Nuriah.
Dia mengatakan pihak perusahaan baru mengecek ke lokasi setelah mengetahui adanya bau amoniak di gampong tersebut. Mereka kemudian langsung mengevakuasi masyarakat ke rumah sakit milik PT PIM.
Sementara itu, perwakilan Humas PT. PIM, T. Suhatsyah kepada wartawan mengatakan, bau tersebut berasal dari start up pabrik urea.
“Ada larutan karbamat yang telah penuh dan mengalami penguapan yang akibatnya mengeluarkan bau seperti amoniak. Itu bukan amoniak, tetapi hanya buangan larutan karbamat yang telah full dalam pabrik urea tersebut, katanya.
Dia mengatakan perusahaan akan merawat warga yang terdampak hingga sembuh. Namun menurutnya adapula warga yang dirawat sudah mengidap penyakit bawaan seperti asma.
“Maka terkena bau tersebut langsung mengalami efek samping,” ujarnya.[](bna)