TERKINI
BAHASA

Unsur Terikat Pra-

Bahasa Indonesia dalam perkembangannya mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain berupa penambahan kata-kata baru, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Penambahan yang berasal…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 622×

Bahasa Indonesia dalam perkembangannya mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain berupa penambahan kata-kata baru, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.

Penambahan yang berasal dan bahasa asing, misalnya astronaut, kosmonaut, satelit, komputer, dan televisi. Penambahan kata-kata baru itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhañ masyarakat dalam berkomunikasi.

Selain berupa kosakata, dapat pula penambahan itu berupa unsur terikat, misalnya unsur terikat pra-. Unsur terikat ini berasal dari bahasa Sanskerta dan kehadirannya dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pembentuk kata atau istilah baru. Dalam hal ini unsur terikat pra- bermakna ‘sebelum’, ‘di muka’.

Misalnya:

praanggapan (pra- + anggapan) ‘pandangan (pendapat, keyakinan) sebelumnya; prasangka’

prakarsa (pra- + karsa) ‘tindakan atau usaha yang mula-mula’

prakondisi (pra- + kondisi) ‘kondisi yang dijadikan landasan’

prakonsepsi (pra-+ konsepsi) ‘gagasan atau konsepsi sebelum menyaksi­kan atau mengalami sendiri keadaan sebelumnya’

pralahir (pra- + lahir) ‘berkenaan dengan bayi pada menjelang kelahiran’

prasaran (pra- + saran) ‘buah pikiran yang diajukan dalam suatu per­temuan seperti konferensi, muktarnar, dan dimaksudkan sebagai bahan untuk menyusun hasil pertemuan’

pramodern (pra- + modern) ‘sebelum modern’

prapuber (‘pra-+ puber,) ‘menjelang puber; belum matang dalam hal seks’

Selain pra-, masih ada unsur terikat lain yang diserap dari bahasa Sanskerta, yaitu pasca- dan purna-. Sèbagai unsur terikat, pasca- dan purna- penulisannya juga digabung dengan unsur yang menyertainya. Pasca- dalam hal ini bermakna ‘sesudah’, sedangkan purna- bermakna ‘penuh’.

Misalnya:

pascasarjana (pasca- + sarjana) ‘berhubungan dengan tingkat pendidikan atau pengetahuan sesudah sarjana strata 1 (S-1)’

pascadoktoral (pasca- + doktoral) ‘berkenaan dengan karya akademik profesional sesudah mencapai gelar doktor’

pascabedah (pasca- + bedah) ‘berhubungan dengan masa sesudah menjalani operasi’

pascalahir (pasca- + lahir) ‘berkenaan dengan bayi sesudah lahir’

pascapanen (pasca- + panen) ‘berhubungan dengan masa sesudah panen’

purnajual (purna- + jual) ‘berkenaan dengan masa penjualan Iebih lanjut setelah transaksi, termasuk pemberian garansi pascajual’

purnawaktu (purna- + waktu) ‘sepenuh waktu yang ditetapkan’

Sumber: Badan Bahasa

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar