Bahasa Indonesia dalam perkembangannya mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain berupa penambahan kata-kata baru, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.
Penambahan yang berasal dan bahasa asing, misalnya astronaut, kosmonaut, satelit, komputer, dan televisi. Penambahan kata-kata baru itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhañ masyarakat dalam berkomunikasi.
Selain berupa kosakata, dapat pula penambahan itu berupa unsur terikat, misalnya unsur terikat pra-. Unsur terikat ini berasal dari bahasa Sanskerta dan kehadirannya dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pembentuk kata atau istilah baru. Dalam hal ini unsur terikat pra- bermakna sebelum, di muka.
Misalnya:
praanggapan (pra- + anggapan) pandangan (pendapat, keyakinan) sebelumnya; prasangka
prakarsa (pra- + karsa) tindakan atau usaha yang mula-mula
prakondisi (pra- + kondisi) kondisi yang dijadikan landasan
prakonsepsi (pra-+ konsepsi) gagasan atau konsepsi sebelum menyaksikan atau mengalami sendiri keadaan sebelumnya
pralahir (pra- + lahir) berkenaan dengan bayi pada menjelang kelahiran
prasaran (pra- + saran) buah pikiran yang diajukan dalam suatu pertemuan seperti konferensi, muktarnar, dan dimaksudkan sebagai bahan untuk menyusun hasil pertemuan
pramodern (pra- + modern) sebelum modern