ANKARA – Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu telah mengakui dukungan Tunisia terhadap Turki setelah kudeta yang terjadi pada Juli 2016, dengan mengatakan bahwa negara Afrika Utara itu telah menutup sebuah sekolah yang terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO). Disiarkan worldbulletin.net
Menurut pemerintah Turki, FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan kudeta yang digagalkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 250 orang menjadi syahid dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi (penyusupan ke dalam) institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan rekannya dari Tunisia Khemaies Jhinaoui di Ankara, pada hari Kamis, Cavusoglu mengatakan bahwa Tunisia sekarang mengambil langkah untuk menutup sekolah terkait FETO lainnya.
Dia mengatakan FETO bukan hanya ancaman bagi Turki tapi juga ke setiap negara tempat organisasi beroperasi.