Ada 726 bahasa daerah di Indonesia. Demikian dikatakan Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sugiyono seperti dikutip tempo.co.
Dari jumlah itu, ada 3 bahasa yang paling banyak digunakan orang untuk bertutur sapa. Tiga bahasa itu adalah bahasa Jawa, Sunda, dan Madura.
Berkaitan dengan jumlah penutur, Sugiyono mengatakan bahwa bahasa Jawa dituturkan oleh 84,3 juta orang, bahasa Sunda oleh 34 juta jiwa penutur, dan bahasa Madura dengan 13,6 juta jiwa penutur.
Sugiyono mencatat, sebanyak 139 bahasa terancam punah. Bahasa yang hampir punah tersebut tersebar di Kalimantan (1 bahasa), Maluku (22 bahasa), Papua Barat dan Kepulauan Halmahera (67 bahasa), Sulawesi (36 bahasa), Sumatera (2 bahasa), dan Timor-Flores dan Bima-Sumbawa (11 bahasa).
Sebanyak 15 bahasa sudah punah yang sebelumnya terdapat di Maluku (11 bahasa), Papua Barat dan Kepulauan Halmahera, Sulawesi, dan Sumatera masing-masing satu bahasa.
Punahnya bahasa daerah karena dianggap tidak punya nilai ekonomi tinggi. Penguasaan terhadap bahasa Indonesia dianggap memiliki peluang besar untuk meningkatkan taraf hidup.
Jika dibuat pemeringkatan, Sugiyono menyebutkan bahwa peringkat pertama diduduki bahasa asing, lalu bahasa Indonesia, dan terakhir bahasa daerah. Orang yang menguasai bahasa asing dianggap punya peluang lebih besar untuk mendapatkan kesempatan ekonomi.
Penyebab lain punahnya bahasa daerah karena adanya perkawinan antar-etnis dan arus urbanisasi. Dua hal itu membutuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kompromi.[]
Sumber: tempo.co