SAMALANGA - Keberhasilan seorang anak sebagai generasi penerus bangsa sangat tergantung bagaimana peran orang tua dalam mendidiknya. Oleh sebab itu, para orang tua tak bisa…
SAMALANGA – Keberhasilan seorang anak sebagai generasi penerus bangsa sangat tergantung bagaimana peran orang tua dalam mendidiknya.
Oleh sebab itu, para orang tua tak bisa lagi menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada sekolah atau lembaga pendidikan agama. Semua harus bergandengan tangan menjadi orang tua yang cerdas untuk membentengi anak, ujar Teungku Fizazuawi, M.A., tokoh pendidikan kelahiran Samalanga, Bireuen, Sabtu, 22 Oktober 2016.
Pengajar di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini melanjutkan, era digital juga menjadi salah satu tantangan berat yang dihadapi para orang tua dalam mendidik anaknya. Anak sekarang mengalami percepatan berkat piranti teknologi informasi. Mereka baru bisa tenang kalau sudah ada handphone plus wifi.
Fenomena ini tidak terlihat pada era sebelumnya. Anak-anak yang hidup pada era digital seperti saat ini, dan akrab dengan teknologi informasi cenderung mudah bosan dengan rutinitas sehari-hari, kesepian dan mudah marah ujar peraih master dari UIN Ar-Raniry ini.
Teungku Fizazuawi menyarankan para orang tua tidak memakai cara lama dalam mendidik anak sebagaimana saat dibesarkan dulu. Apabila dalam keseharian masih memperlakukan anak seperti tahun 1980-an, kata dia, metode sepeti itu sudah bukan zamannya lagi. Kalau anak tidak puas mereka akan buat status di media sosial, tuturnya sambil tersenyum.
Menurut Fizazuawi, dalam masyarakat kerap dijumpai orang tua menyerahkan anaknya ke lembaga pendidikan ibarat mencuci pakaian di tempat laundry. “Seseorang kalau ke laundry itu yang dibawa pakaian kotor, lalu ditinggal dalam beberapa hari, diambil ketika sudah bersih,” katanya menamsilkan.
Dalam masyarakat, tidak sedikit orang tua yang memandang sekolah atau dayah seperti laundry. Anaknya diserahkan dalam jangka waktu lama di lembaga pendidikan. Saat mengambil evaluasi belajar berharap anaknya menjadi baik, karena selama ini sudah ditempa di lembaga pendidikan sekolah umum maupun dayah tanpa komunikasi dan kepedulian orang tua terhadap anak mereka yang telah diserahkan ke lembaga tersebut.
“Ini keliru, karena tanggung jawab utama mendidik anak berada pada orang tua. Kalau anak berperilaku baik di masyarakat yang ditanya siapa orang tuanya, bukan siapa gurunya,” ujar pria yang juga aktif mengajar di IAI Al-Aziziyah Samalanga.
Fenomena yang tidak kalah menariknya, dewasa ini pada umumnya orang tua seperti tidak kenal dengan sang anaknya. Tidak sabar dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik, karena peran orang tua lebih banyak digantikan pengasuh. Oleh sebab itu, mulai sekarang siapkan diri menjadi orang tua yang baik, lakukan perubahan pola komunikasi dan sadari kesuksesan anak ada di tangan kita orang tua, katanya.
Jika anak-anak hari ini dididik dengan baik maka di tangan mereka nasib bangsa ini dipertaruhkan. Para orang tua harus mempersiapkan para buah hatinya. Didiklah anak-anak agar siap menghadapi zamannya, karena kelak mereka akan hidup pada era berbeda dengan yang dihadapi orang tua hari ini, dan semua itu dimulai dari keluarga.[]