SUBULUSSALAM – Sekretaris DPW Partai Aceh (PA) Kota Subulussalam, Ardhiyanto, menanggapi secara santai isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan. Partai Aceh tidak menanggapi hal ini secara berlebihan apalagi di tengah kondisi Subulussalam yang masih membutuhkan kerjasama semua pihak.

“Terkait aspirasi yang masyarakat 12 kabupaten/kota termasuk Kota Subulussalam untuk memekarkan diri dari Provinsi Aceh, itu kami serahkan ke mereka. Karena sekarang hidup berdemokrasi jadi silahkan saja.Walaupun menuju ke arah itu (pemekaran) masih banyak tahapan yang harus dilalui,” ujar Ardhiyanto saat dihubungi oleh portalsatu.com, Senin, 21 Desember 2015.

Hal ini disampaikan Ardhiyanto menyikapi pengukuhan kepengurusan Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) oleh Armen Desky di Hotel Hermes One Subulussalam pada Sabtu, 19 Desember 2015 malam.

Ardhiyanto mengatakan posisi Partai Aceh Subulussalam tidak dalam posisi mendukung ataupun menolak kehadiran Provinsi ALA dan ABAS. Menurutnya PA tidak menjadi kunci untuk pemekaran.

“Yang menjadi kunci itu adalah pemimpin daerah tingkat kabupaten/kota, provinsi dan Pusat,” katanya.

Dia meyakini Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat memiliki grand design tersendiri dalam memajukan sebuah daerah. Menurut Ardhiyanto masalah pemekaran itu adalah hal yang sudah biasa.

“Jangankan bergabung dengan ALA-ABAS, bergabung dengan Sumut juga sah-sah saja. Kita tak perlu stress dalam hal ini karena kita tetap menyejahterakan masyarakat Subulussalam,” katanya.[](bna)

Laporan: Wahda