TERKINI
NEWS

Terkait Banda Aceh 1, T Irwan Djohan: Saya Akan Tetap Melangkah Pelan Tapi Pasti

BANDA ACEH - Ketua Partai NasDem Kota Banda Aceh menegaskan ketidakikutsertaan dirinya dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 2017, baik sebagai calon wali kota maupun…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

BANDA ACEH – Ketua Partai NasDem Kota Banda Aceh menegaskan ketidakikutsertaan dirinya dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 2017, baik sebagai calon wali kota maupun waki wali kota Banda Aceh. Penegasan tersebut ditulis T. Irwan Djohan dalam akun resmi facebooknya yang kemudian dikonfirmasi ulang portalsatu.com, Rabu, 13 April 2016.

“Untuk saat ini saya ingin selesaikan satu per satu tugas/tanggungjawab/ amanah yang ada di pundak saya,” tulis Irwan Djohan. 

Dia mengatakan saat ini masyarakat Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang telah mempercayakannya sebagai Anggota DPR Aceh. Dia juga mendapat kepercayaan sebagai Wakil Ketua DPR Aceh dari NasDem.

“Banyak hal yang masih harus saya lakukan sebagai Anggota DPRA. Saya mempunyai visi dan misi di DPRA. Di antara visi dan misi saya adalah membuat lembaga DPRA menjadi lebih terbuka, transparan, inklusif. Kemudian membuat DPRA menjadi lebih produktif dan berkinerja tinggi,” katanya.

Irwan menyebutkan kedua target tersebut hingga kini belum tercapat dan masih dalam proses. “Jadi saya masih terobsesi untuk mewujudkannya. Rasanya, sayang sekali bila saya meninggalkan DPRA saat ini,” tulisnya lagi.

“Saya sudah merasa akrab dan nyaman bekerjasama dengan teman-teman Anggota DPRA lainnya. Sudah ada kecocokan di antara kami, walaupun kami dari partai politik yang berbeda-beda,” ujarnya.

Pun begitu, Irwan tidak memungkiri menjadi Wali Kota Banda Aceh merupakan tujuan utama dan tujuan terakhirnya dalam pentas politik. Menurutnya, posisi Wali Kota Banda Aceh memang sudah seharusnya berlatarbelakang pendidikan arsitek seperti dirinya.

“Dan memang karena tujuan itulah saya memasuki arena politik. Jadi, insya Allah saya akan tetap melangkah pelan tapi pasti menuju ke sana. Saya rasa di tahun 2022 nanti masih ada kesempatan tersebut untuk saya. Semoga masyarakat Kota Banda Aceh masih berkenan untuk memberikan kepercayaan mereka kepada saya di tahun 2022 nanti untuk membenahi dan membangun Kota Banda Aceh yang lebih baik, merubah wajah ibukota Aceh menjadi kota yang belum pernah terbayangkan sebelumnya,” tulisnya lagi.

Dia juga memberikan kepercayaan kepada dua tokoh untuk menjabat Wali Kota Banda Aceh di lima tahun mendatang. “Untuk lima tahun ke depan, biarlah kota ini dipimpin oleh Bunda Illiza dulu yang fokus pada masalah syariat Islam. Atau biarlah dipimpin oleh Pak Aminullah dulu yang (mungkin) akan fokus pada masalah perekonomian,” ujarnya.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar