BANDA ACEH – Anggota DPRA asal Sawang, Aceh Utara, Tarmizi, meminta pejabat Dinas Pengairan menunda pembangunan irigasi Alue Geureutut.
“Kita minta ditunda dulu sebelum pihak Dinas Pengairan turun langsung ke lapangan bersama dinas kabupaten dan DPRK Aceh Utara,” ujar Tarmizi kepada portalsatu.com, Selasa, 22 Desember 2015.
Menurutnya meskipun pembangunan irigasi tersebut berada di Kabupaten Bireuen, tetapi sumber air yang digunakan berasal dari Krueng Gunci, Aceh Utara. Artinya, kata dia, ada empat gampong yang bakal terkena imbas jika pembangunan irigasi itu dilanjutkan.
“Keempat gampong tersebut adalah Blang Cut, Kubu, Lhokcut, dan Gunci. Prinsipnya kita bukan tidak setuju dengan pembangunan irigasi ini, tetapi kita meminta pihak Dinas Pengairan Provinsi Aceh terjun dulu ke lapangan, lihat secara langsung dampak dari pembangunan irigasi tersebut,” ujarnya lagi.
Menurut Tarmizi keempat gampong tersebut memiliki ratusan hektar sawah yang setiap tahunnya memerlukan air. Sumber mata air yang dipergunakan oleh masyarakat berasal dari Krueng Gunci.
“Jika pembangunan irigasi dilanjutkan, ratusan hektar sawah di empat gampong itu akan kering. Kita berharap pihak pelaksana memikirkan hal ini. Jikapun membangun irigasi Alue Geureutuet, harus dipikirkan juga membuka pintu air untuk ratusan hektar sawah di empat gampong itu yang pembangunannya dilaksanakan satu paket dengan pembangunan irigasi,” katanya.
Dia mengatakan pihak Dinas Pengairan Aceh sudah menyanggupi bakal terjun langsung ke lapangan untuk meninjau hal tersebut. “Pertanyaannya kapan dia datang ke lokasi. Kita siap mendampingi. Pihak kabupaten, muspika dan warga di sana juga bakal membantu. Ini penting agar pembangunan dapat berjalan tetapi tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat di empat gampong yang terdampak pembangunan,” katanya.[](bna)