BANDA ACEH – Gajah yang hidup dan menghuni hampir seluruh kawasan Sumatera kini tinggal sekitar 30 persen. Seiring waktu satwa ini kian berkurang. Hal ini sampaikan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Dahono Adji dalam Sidang Kaukus III Pembangunan Berkelanjutan Aceh, di Hotel Hermes Place Banda Aceh, Selasa, 22 Desember 2015, malam.
Menurut Bambang, Gajah Sumatera paling banyak hidup di wilayah Aceh, karena konservasi satwa ini termasuk bagus. Faktor pendukung itu terdiri dari adat dan budaya masyarakat yang ada di Aceh.
“Gajah memiliki karakter unik, khas, dan endemik. Gajah (kehidupannya) harus seirama dengan masyarakat. Habitanya terganggu, makanya gajah ke luar dan turun ke desa,” jelas Bambang.
Bambang menyebut tidak mudah mengatasi konflik gajah dan manusia. Ia khawatir jika konflik tidak terselesaikan akan berdampak kepunahan gajah.