LANGSA - Tarmizi Karim mengatakan tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada masyarakat terkait pencalonannya menjadi Gubernur Aceh di Pemilukada 2017 mendatang. Menurutnya tugas seorang calon kepala…
LANGSA – Tarmizi Karim mengatakan tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada masyarakat terkait pencalonannya menjadi Gubernur Aceh di Pemilukada 2017 mendatang. Menurutnya tugas seorang calon kepala daerah bukanlah memberikan janji tetapi persatuan.
“Persatuan itu yang paling utama untuk Aceh ke depan,” ujar Tarmizi Karim dalam temu ramah bersama masyarakat di Pos Kupi, Kota Langsa, Jumat, 1 April 2016.
Dia mengatakan Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang luas. Namun pengelolaannya belum maksimal.
“Untuk dapat mengelola sumber alam tersebut, kita harus bersatu serta memanfaatkan tenaga kerja sendiri yang telah menyelesaikan berbagai studi supaya terserap angka pengangguran saat ini di Aceh,” katanya.
Dia mengaku pernah menyarankan hal tersebut kepada semua pihak. Saran yang sama juga pernah disampaikannya kepada Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
“Manfaatkan orang-orang kita supaya Aceh bisa lebih maju,” ujar Tarmizi Karim.
Jika mendapat kepercayaan rakyat, Tarmizi Karim mengatakan akan memanfaatkan dan mengajak orang-orang Aceh untuk membangun negeri. Hal tersebut dimulai dari pembenahan birokrasi pemerintahan hingga perbaikan sektor pendidikan.
“Saya akan pakai mereka untuk membangun Aceh,” katanya.
Di hadapan warga Langsa, Tarmizi Karim juga mengaku telah mendapatkan dukungan dari para tokoh nasional. Salah satunya dukungan dari mantan Presiden Indonesia, Soesilo Bambang Yoedhoyono yang meminta dirinya untuk terjun langsung membangun Aceh.
“Banyak tokoh nasional menitipkan amanah ini kepada saya untuk memimpin dan berkontribusi yang lebih kepada Aceh,” kata Tarmizi Karim.[](bna)