TERKINI
NEWS

Machsalmina Ali: Jangan Asal Klaim Aswaja, Pencetus JKA Apa Karya

TAPAKTUAN - Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Ir. H.T. Machsalmina Ali meminta kepada kandidat tertentu yang bertarung pada Pilkada 2017 tidak asal klaim…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

TAPAKTUAN – Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Ir. H.T. Machsalmina Ali meminta kepada kandidat tertentu yang bertarung pada Pilkada 2017 tidak asal klaim memihak kepada kelompok Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) untuk merebut simpati rakyat.

“Kami meminta kepada kandidat tertentu jangan asal klaim Aswaja. Sebab seluruh rakyat Aceh itu menganut faham Aswaja. Jangan mengotak-ngotak rakyat Aceh demi kepentingan politik Pilkada,” kata Machsalmina Ali dalam orasi politiknya di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Tarmizi A Karim – Machsalmina Ali di kompleks Terminal Terpadu, Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Sabtu, 4 Februari 2017.

Selain masalah Aswaja, mantan Bupati Aceh Selatan selama dua periode ini  juga menyinggung masalah program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang diklaim milik calon Gubernur Irwandi Yusuf. Menurut dia, pihak yang pertama mencetuskan program tersebut bukanlah Irwandi Yusuf melainkan Zakaria Saman (Apa Karya) semasa Gubernur Aceh dijabat Said Musfata.

“Hal itu juga telah dibantah langsung oleh Zakaria Saman saat berlangsungnya debat kandidat beberapa waktu lalu. Apa yang dikatakan oleh Zakaria Saman tersebut benar adanya. Jadi tidak benar program JKA itu dicetuskan Irwandi Yusuf,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Machsalmina Ali juga mengklarifikasi tudingan yang menyebutkan jika terpilih memimpin Aceh lima tahun ke depan, posisinya sebagai Wakil Gubernur Aceh akan dijadikan ban serap alias tidak memiliki peran dan fungsi-fungsi apa-apa dalam pengambilan kebijakan strategis membangun Aceh.

“Kami sempat menerima kabar tidak sedap ini dan jujur kami akui sangat mengganggu konsentrasi kami. Menindaklanjuti hal itu, saya bersama pak Tarmizi langsung menggelar pertemuan khusus membahas persoalan yang dikhawatirkan masyarakat tersebut. Hasilnya kami sudah mengambil sebuah keputusan bahwa nanti akan membagi tugas secara proporsional dan secara bersama-sama membangun Aceh. Kami sudah lama berkecimpung dalam birokrasi dan menduduki berbagai posisi jabatan mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan pak Tarmizi sampai ke tingkat pusat. Jadi tidak masuk akal jika kami harus berebut jabatan lagi karena kami sudah cukup pengalaman dalam dunia birokrasi,” tegasnya.[]

Laporan Hendrik

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar