BANDA ACEH Pihak Universitas Teuku Umar (UTU) meminta Pemerintah Pusat mengalokasikan APBN yang lebih besar pada 2016 untuk memacu pembangunan kampus tersebut. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Pembangunan UTU, Fuad Hadi, saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Minggu, 15 November 2015.
Banyak hal yang perlu didukung oleh Pemerintah Pusat terhadap perkembangan UTU, baik dari segi SDM maupun infrastruktur, kata Fuad.
Fuad menjelaskan, pasca penegerian kampus yang menjadi kebanggaan masyarakat di pantai barat selatan Aceh itu, kampus yang terletak di Kota Meulaboh itu kini memiliki sekitar tujuh ribu mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Aceh dan luar Aceh.
Kami berharap kepada pemerintah melalui Bapak Wakil Presiden JK agar pada tahun 2016 Pemerintah Pusat dapat mengalokasikan APBN yang lebih besar untuk memacu pembangunan UTU, katanya.
Dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Rektor UTU Prof. Jasman J. Maaruf, didampingi Direktur Eksekutif Pusat Studi Sosial dan Pembangunan UTU Fuad Hadi, serta dua tokoh muda Aceh Mirza Safwandy dan Rahmat Syahputra pada Minggu siang bertemu Wapres JK di Hotel Hermes.
Jasman juga mengundang JK pada tahun depan untuk mengunjungi UTU. Ia menyampaikan secara khusus kepada wakil presiden tentang perkembangan UTU yang usia penegeriannya telah berusia satu tahun
Dalam pertemuan itu JK turut didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Gubernur Aceh Zaini Abdulah. Di kesempatan itu, JK menyinggung soal pembangunan Universitas di Aceh. JK mengatakan pentingnya pembangunan infrastruktur dan sumber daya pengajar yang dilakukan secara beriringan sehingga pembangunan pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Menyangkut permasalahan kuota dosen yang PNS, pemerintah melalui KemenPAN-RB sedang mengupayakan agar ke depan jumlah antara mahasiswa dan dosen seimbang.[] (ihn)