ALQURAN yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adanya di Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para sahabat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Alquran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah.
Sedangkan Alquran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah Ta'ala mengangkat nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para sahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapun tulisan tangan para sahabat Rasul itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.
Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradaban Islam.