LHOKSUKON - Calon wakil gubernur Aceh di pilkada 2016, TA Khalid, mengajak seluruh masyarakat untuk sadar terkait kondisi Aceh saat ini. Menurutnya, saat ini orang…
LHOKSUKON – Calon wakil gubernur Aceh di pilkada 2016, TA Khalid, mengajak seluruh masyarakat untuk sadar terkait kondisi Aceh saat ini.
Menurutnya, saat ini orang Aceh sedang diadu domba. Hal ini akhirnya mengakibatkan hasil perjanjian MoU Helsinki tak lagi menjadi fokus utama.
“Ureung Aceh diadu domba. GAM diadu sesama GAM. Nyan harus ta sadar oleh geutanyoe mandum,” kata TA Khalid dalam orasi politiknya pada acara pengukuhan Tim Pemenangan PA di Sawang, Aceh Utara, Rabu malam, 4 Januari 2016.
Kata TA Khalid, saat ini semua kandidat gubernur memiliki hubungan dengan GAM.
“Tarmizi Karim didukung Bang Yan, Sofyan Dawood. Kemudian Apa Karya siapa bilang bukan GAM? Wakil Abdullah Puteh adalah eks Tripoli. Doto Zaini juga demikian. Kita diadu sesama GAM. Siapa yang adu?” kata TA Khalid dengan kalimat gantung.
Hal ini, kata TA Khalid, karena Pusat tahu bahwa kekuatan Aceh ada pada GAM dan GAM akan hancur jika diadu dengan sesama GAM sehingga perjanjian MoU Helsinki tak ada yang tagih.
“Jinoe 5 kandidat lawan 1. Nyan sebab mengapa ureung Aceh harus kembali bersatu. Tajaga Partai Aceh sehingga janji di MoU Helsinki jeut ta tagih,” ujarnya.
“Pusat mantong itakot dengoen ureung GAM. Nyan maôp Aceh bacut teuk sehingga perjanjian MoU Helsinki jeut ta realisasi. Meunyoe MoU Helsinki hana ditepati, maka peluang karu leubeh Rayeuk ukeu,” kata TA Khalid.[] (rel)