MEUREUDU – Calon Wakil Gubernur Aceh Ir. H. T. A. Khalid, M.M., yang berpasangan dengan calon Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf pada pilkada 2017, bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Ulim, Pidie Jaya. Silaturahmi turut dihadiri para tokoh dan perwakilan setiap gampong dalam Kecamatan Ulim itu berlangsung sangat meriah di Dayah Raudhatul Ulum Tanjong, Jumat, 18 November 2016, sore.

Dalam dalam pidatonya, TA Khalid mengungkapkan berbagai hal tentang perkembangan dan strategi politik untuk membangun Aceh ke depan. Termasuk mengapa harus memenangkan kandidat yang diusung Partai Aceh (PA). Menurut TA Khalid, jabatan gubernur, bupati dan wali kota merupakan jabatan politik yang harus bertanggung jawab untuk meluruskan dan menyelesaikan semua perkara politik di Aceh. 

“Dan semua kita tahu bahwa ada sebuah ‘PR’ politik yang sangat mendasar dan besar di Aceh yang harus segera diselesaikan dan dituntaskan yaitu MoU Helsinki. Ini penting agar ‘PR’ itu tidak menjadi ‘api dalam sekam yang membakar’ anak cucu kita dikemudian hari. Karena apapun perjanjian harus diselesaikan supaya tidak ada pihak yang merasa dibohongi dan terkhianati lagi,” tegas TA Khalid.

TA Khalid melanjutkan, sebenarnya semua pihak menyadari bahwa MoU Helsinki yang belum terealisasi sebagaimana mestinya adalah “PR” yang lahir karena perjanjian damai antara RI dan GAM. Di mana, kata TA Khalid, GAM di masa konflik kini alat politiknya untuk memperjuangkan kepentingan Aceh dalam era perdamaian ini ialah PA.

“Oleh karena itu, penguasa politik di Aceh harus dipegang dan dikendalikan oleh kandindat yang diusung PA. Karena PA adalah para pihaknya, maka PA dan (Pemerintah) RI lah yang dapat berembuk dan menyelesaikan semua perkara atas apa yang telah diperjanjikan dalam MoU Helsinki agar ‘PR’ tersebut tidak menjadi ‘api dalam sekam yang membakar’ Aceh dan memakan korban anak cucu kita lagi dikemudian hari,” tegas TA khalid.

Itu sebabnya, kata TA Khalid, semua pihak mesti mendukung dan membantu Muzakir Manaf atau Mualem agar “PR” politik tersebut selesai dan dituntaskan dengan bijaksana. “Sehingga generasi kita berikutnya nanti tidak perlu lagi berkonflik untuk menagih janji dalam MoU Helsinki tersebut,” ujarnya.

Apalagi, TA Khalid menambahkan, Mualem juga mendapatkan dukungan lebih 50 persen jumlah kursi DPR Aceh. Sehingga, kata dia, semua program pemerintahan Mualem ke depan demi kepentingan rakyat Aceh akan didukung penuh oleh anggota DPRA.

Sebelum menutup silaturahmi itu dengan doa bersama, Waled Muhammad sebagai pimpinan Dayah Raudhatul Ulum berpesan kepada masyarakat yang hadir supaya dapat memetik pelajaran politik dari apa yang telah disampaikan TA Khalid. “Ini agar kita juga dapat menyampaikan kepada masyarakat lainnya, sehigga masyarkat tidak salah dalam memilih pemimpin yang dapat menjaga perdamaian dan membangun Aceh,” kata Waled.

Sementara itu, di awal silaturahmi, Ketua Tim Sipil Pemenangan Mualem-TA Khalid Pidie Jaya H. Syibral dalam sambutannya menyampaikan, jabatan dan tugas yang diberikan ini bukanlah mudah dan ringan. “Namun saya sangat yakin dengan kerja sama dan dukungan tokoh dan masyarakat, Insya Allah pasangat nomor urut 5 Mualem-TA akan menang besar di Pidie Jaya. Apalagi jika semua kita menyadari bahwa kemenangan Mualem-TA adalah kemenangan Aceh dan marwah bangsa Aceh,” ujarnya.[](rel