BANDA ACEH – Supir angkutan umum L300 jurusan Banda Aceh – Langsa, Iswadi, berharap kondisi keamanan di Aceh bisa terus kondusif agar masyarakat mudah mencari nafkah. Ia mengatakan perekonomian Aceh saat ini pas-pasan dan perlu lebih ditingkatkan lagi.
“Kapah-pah, peurle lebeh get lom dan bek na karu-karu le,” kata Bang Adi kepada portalsatu.com, Rabu, 2 Desember 2015.
Warga Geurugok, Bireuen yang sudah bekerja di angkutan L300 sejak tahun 2000 tersebut mengakui, bisnis angkutan sekarang di Aceh semakin suram lantaran munculnya begitu banyak alternatif kendaraan seperti rental, sementara penumpang sedikit.
“Kalau boleh jujur sebenarnya di masa konflik bisnis angkutan lebih menjanjikan, tapi sekarang menurun. Tapi kita ingin damai, buat apa ribut-ribut lagi, cukup seberapapun yang kita dapat,” ujar ayah dua anak ini.
Dijelaskan Bang Adi, pendapatan di bisnis angkutan dalam sehari paling sedikit Rp 500 ribu, dan bila lagi ramai mencapai Rp800 ribu, itu penerimaan bersih buat pemilik. Dan dia sendiri memiliki sebuat armada L300.
Ketika ditanya peran pemerintah, Adi mengaku tidak tahu menahu soal itu. Dirinya hanya menyetir saja dan dapat menafkahi keluarga. []