BANDA ACEH – Kontraktor pembangunan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengaku akan menyempurnakan kondisi toilet dan tempat berwudhu yang sempat menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir. Hal tersebut disampaikan Ipung, salah satu Tim Teknik Proyek Pembangunan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, saat disambangi Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin bersama sejumlah wartawan, Senin, 15 Mei 2017 kemarin.
“Kita ingin kawan-kawan wartawan melihat sendiri fisik bangunan toilet dan tempat wudhu untuk memastikan bahwa pembangunannya sudah sesuai standar,” ujar Mulyadi, seperti rilis yang dikirimkan ke portalsatu.com, Selasa, 16 Mei 2017.
Dalam kunjungan tersebut, Ipung mengaku pembangunan toilet dan tempat berwudhu sudah sesuai perencanaan. Selain itu, toilet di Masjid Raya Baiturrahman juga disebutkan sudah ramah difabel.
“Kita juga membuat empat toilet untuk difabel, yang lokasinya terpisah dengan toilet umum,” ujar Ipung.
Dia mengatakan pembangunan toilet Masjid Raya Baiturrahman masih dalam tahapan finishing. Penyekat plastik di kloset berdiri juga belum selesai dipasang. Menurut Ipung, plastik itu akan dipasang pihak kontraktor untuk mencegah jamaah terciprat air seni.
Selain itu, rekanan pelaksana proyek juga akan menambah ketinggian pembatas antar toilet buang air kecil. Hal ini dilakukan agar pengguna merasa nyaman.