TERKINI
NEWS

Soal Bentrokan Singkil, Muhammadiyah: Tahan Diri, Jangan Terprovokasi

Masyarakat diimbau agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

DREAM Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 674×

JAKARTA – PP Muhammadiyah ikut angkat bicara soal tragedi pembakaran rumah ibadah dan bentrokan di Aceh Singkil. Masyarakat diimbau agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Masyarakat hendaknya menyikapi persoalan kekerasan keagamaan di singkil dengan objektif dan arif. Persoalan di Singkil tidak terkait dengan peristiwa Tolikara atau Manokwari. Peristiwa Singkil berdiri sendiri sebagai masalah lokal,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam keterangannya yang diterima detikcom, Rabu (14/10/2015).

“Masyarakat hendaknya bisa menahan diri, tidak terpancing provokasi melalui media apapun dan bersabar menunggu hasil investigasi pihak yang berwenang,” sambung Abdul.

Muhammadiyah sendiri mengimbau agar semua pihak mematuhi peraturan yang berlaku dalam mendirikan rumah ibadah. Sebab pelanggaran terhadap aturan merupakan salah satu sumber ketegangan dan konflik antar umat beragama. 

“Sumber pelanggaran sebagiannya berasal dari aparatur yang tidak melaksanakan peraturan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut Abdul, hendaknya segera melakukan investigasi peristiwa bentrokan dan pembakaran rumah ibadah di Aceh Singkil. Pemerintah juga diimbau memikirkan rencana jangka panjang agar kejadian serupa tak terulang.

“Pemerintah hendaknya segera melakukan investigasi terhadap penyebab kekerasan, menangkap dan menindak siapapun yang bersalah sesuai hukum yang berlaku. Dalam jangka panjang Pemerintah perlu meningkatkan pembinaan kerukunan intern dan antar umat beragama dengan melibatkan tokoh masyarakat dan organisasi agama di akar rumput,” imbuhnya. | sumber: detik.com
 

DREAM
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar