BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Jamaluddin T. Muku, meminta Pemkab Singkil bergerak cepat dalam mendamaikan para pihak yang berseteru di daerah itu. Dirinya meminta agar bentrokan di Singkil tidak mengarah ke perang antar agama.

“Kita minta Pemkab Singkil memberi respon cepat. Harus segera mencari solusi terbaik terkait bentrokan yang terjadi di sana,” kata Jamaluddin T. Muku kepada portalsatu.com, Selasa malam 13 Oktober 2015.

“Islam itu bukan agama kekerasan, bukan premanisme. Kita harap ini segera selesai,” katanya.

Sebelumnya, Situasi Aceh Singkil dilaporkan memanas setelah terjadi pembakaran sebuah rumah ibadah yang disebut undung-undung di Desa Sukamakmu, Kecamatan Gunung Meriah, Selasa, 13 Oktober 2015. Bupati Aceh Singkil Safriadi dilaporkan tengah menunggu kedatangan tim Polda Aceh untuk mengatasi situasi di kabupaten itu.

“Pak Bupati sedang di pendopo menunggu tamu dari Polda, tim Polda Aceh akan turun kemari. Tadi Pak Bupati minta saya turun ke lapangan untuk memantau situasi,” ujar Kabag Humas Setda Aceh Singkil, Khaldul Berutu saat dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler sekitar pukul 12.35 WIB.

Khaldun menyebutkan, berdasarkan informasi yang ia terima, massa telah membakar sebuah rumah ibadah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah, sekitar pukul 11.30 WIB. Kata dia, massa kemudian bergerak ke Dangguran, Desa Kuta Kerangan, Kecamatan Simpang Kanan.

Menurut Khaldun, sebelumnya Bupati Safriadi bersama jajaran Muspida telah menggelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah Ormas di Aceh Singkil, Senin kemarin.

Hasil rapat koordinasi dengan para pihak terkait, kata Khaldun, disepakati bahwa akan dilakukan pembongkaran 10 gereja mulai 19 Oktober 2015. Sedangkan gereja lainnya yang tidak dibongkar, diminta segera mengurus izin sesuai persyaratan diatur undang-undang tentang pendirian rumah ibadah. Saat ini, menurut Khaldun, terdapat sekitar 23 gereja di Aceh Singkil. [] (mal)