MEULABOH – Memperingati Milad ke 19 Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat melakukan aksi damai menuntut diselesaikannya permasalahan agraria antara masyarakat dan perusahaan di depan kantor DPRK Aceh Barat, Sabtu, 18 Maret 2017.

Informasi yang diterima Portalsatu.com, aksi yang dilakukan sejak pagi ini berjalan tertib dengan lancar. Para peserta aksi hari ini juga turut membawa dan membentangkan spanduk spanduk bertuliskan “Jangang serobot tanah rakyat, jangan rampas hak rakyat”.

Koordinator Lapangan Masykur kepada portalsatu.com mengatakan dalam aksi damai dalam rangka memperingati hari jadi SMUR ini ada lima tuntutan yang kami suarakan dan akan terus kami perjuangkan hingga selesai.

“Salah satunya yang terbaru yaitu kasus masyarakat Pante Cermin Babah Roet Abdya dengan PT. Dua Perkasa Lestari hingga kasus yang sudah puluhan tahun anatar masyarakat Cot Mee dan PT. Fajar Baizuri Nagan Raya,” katanya kepada Portasatu.com

Selain itu, Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat juga berharap agar semua kasus agraria yang menimpa masyarakat dengan para penguasa dapat terselesaikan secepat.

“Dan dengan segera mungkin menyelesaikan secara tuntas persoalan Gampong Pasi Pinang Kecamatan Meurebo dengan Pemkab Aceh Barat,” tutupnya, Kamis, 18 Maret 2017.[]