LHOKSUKON –  Perjuangan pahlawan di masa lampau sangat mengagumkan. Dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia, para pahlawan dan pejuang telah mengajarkan tentang pentingnya kerja sama dan kekompakan. Sehingga tidak mudah terpecah-belah oleh bangsa lain.

Hal itu disampaikan Smart Model Aceh 2015, Muhammad Reyhand Pahlevi atau Reand, 22 tahun kepada portalsatu.com, Selasa, 10 November 2015. Menurutnya, Hari Pahlawan Nasional penting untuk diperingati sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan dan perjuangan pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia.

“Generasi muda saat ini memang tidak dituntut untuk berjuang melawan penjajah. Namun demikian, alangkah indahnya jika kita terus berjuang menoreh prestasi yang mengharumkan nama bangsa, khususnya Aceh,” ujar Reand yang merupakan Duta Wisata Lhokseumawe 2010.

Reand mengatakan, banyak contoh yang sengaja atau tanpa sengaja dilakukan masyarakat dalam mengimplementasikan cerminan kepahlawanan di kehidupan sehari-hari.

“Saat melihat pengemis yang kondisi fisiknya tidak sempurna, kita sering merasa iba dan memberikan bantuan (sedekah). Baik itu dalam jumlah besar atau alakadar. Itu merupakan salah satu contoh implementasi nilai kepahlawanan. Di sini kita membantu mereka yang masih belum merdeka dalam pekerjaan atau kehidupannya,” jelas Reand.

Reand mengajak kaula muda untuk terus memupuk rasa ingin tahu dan kepedulian akan sejarah perjuangan pahlawan masa lampau.

“Selama ini generasi muda umumnya hanya tahu tentang pahlawan nasional. Padahal, di balik itu begitu banyak pahlawan dan pejuang lainnya, khususnya di Aceh. Di sini pemerintah harus ikut berperan memberikan informasi, misalnya melalui pendidikan sejarah di sekolah. Di akhir pekan, tak ada salahnya jika orang tua mengajak anaknya berekreasi ke situs sejarah. Karena kesadaran diri dapat dimulai dari hal terkecil,” tutup Reand.[]