Rusli, Ketua BPD Desa Resun mengatakan, secara pasti tentang sejarah dan cerita makam tersebut tidak banyak diketahui warga desa.
BATAM – Banyaknya makam Islam tua di Lingga belum mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah. Seperti halnya makam Aceh, di Desa Wisata Resun, Kecamatan Lingga Utara. Makam yang berada di kebun salak milik salah seorang warga tersebut berada di pinggir jalan menuju tambatan perahu Desa Resun, bahkan belum ada papan informasi dan tidak termasuk dalam data Benda Cagar Budaya (BCB) Kabupaten Lingga.
Meskipun begitu, kondisi makam cukup terawat. Warga desa secara sukarela membersihkan lokasi dan memasang batu miring agar makam dengan nisan bermotif Aceh tersebut tidak rusak.
Rusli, Ketua BPD Desa Resun mengatakan, secara pasti tentang sejarah dan cerita makam tersebut tidak banyak diketahui warga desa. Dari mulut ke mulut, sejak ia kecil di Desa Resun, makam tersebut hanya di kenal dengan nama makam Aceh.
Kami warga sini tahunya makam Aceh. Soal sejarah dan bagaimana ceritanya, kami belum tahu, ungkap Rusli, kepada Batam Pos, Kamis (19/11).
Meski begitu, makam tersebut tetap dianggap warga sebagai makam keramat. Jadi, selalu dibersihkan dan dipasang batu miring oleh warga.
Masyarakat sinilah yang selalu membersihkan. Kemarin warga juga memasang batu miring, tambahnya.
Sementara itu, dari data yang dikembangkan Batam Pos, terkait makam Aceh di Resun, berdasarkan buku Tembaga yang disalin salah seorang warga Buton di Lingga, C Syarif, disebutkan makam tersebut adalah Malang Cahaya Raja Aceh, Laode Hasim. Dikatakan lagi, Raja Arief Aceh ini wafat saat perang Raja Kecik yang tertulis dalam sebuah buku Tembaga, tentang makam wali-wali saidi di Kesultanan Lingga Riau dan Johor.
Namun begitu, kebenaran sejarah ini perlu dikaji lebih lanjut oleh pemerintah daerah dan provisi. Sebagai salah satu bukti sejarah. Ditambah lagi, pemprov baru-baru ini terus menggodok perda cagar budaya. Warga berharap, perhatian dinas terkait untuk memberikan bantuan dan penelitian untuk pengembanagan situs tersebut dapat terawat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Resun yang kaya akan keindahan alamnya.
Selain makam Aceh, ada juga makam keramat yang lain di Resun. Panjangnya kira-kira 3 meter. Ini juga butuh perawatan, tutupnya.[] sumber: batampost.co.id