Khizr Khan, ayah seorang tentara Muslim Amerika Serikat yang gugur di Irak melontarkan sindiran menohok kepada calon presiden yang diusung Partai Republik, Donald Trupm. Dia mempertanyakan pemahaman Trump terhadap Konstitusi Amerika.
Sindiran itu dilontarkan saat Khizr hadir dalam konvensi Partai Demokrat lawan Partai Republik di Philadelphia, pada Kamis kemarin. Dia menyatakan, jika semua didasarkan pada pemikiran Trump, maka putranya, Kapten Humayun Khan, tak akan pernah menjadi militer Amerika.
Selama ini, Trump memang banyak disorot karena pernyataan keras, bahkan diskriminatif, terhadap kaum Muslim. Pada kampamnye yang lalu, dia melontarkan wacana akan mengawasi dan melarang Muslim masuk Amerika.
Di tengah lautan massa Partai Demokrat itu, Khizr memuji calon presiden yang mereka usung, Hillary Clinton. Menurut Khizr, Hillary sangat berbeda dengan Trum. Hillary, menyebut putraku sebagai yang terbaik bagi Amerika.
Kapten Humayun Khan tewas pada tahun 2004 di Irak saat kendaraan penuh bahan peledak di dalam asramanya meledak. Kala itu, usia putra Khizr ini baru 27 tahun.
Untuk menghormati putranya, Khizr mengeluarkan salinan Konstitusi Amerika dari balik bajunya dan berniat meminjamkannya kepada Trump.