BANDA ACEH – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh hari ini, Rabu, 15 Juni 2016 akan mengadakan city tour atau napak tilas ke sejumlah lokasi yang pernah terjadi pelanggaran HAM di Banda Aceh. Napak tilas ini melibatkan sejumlah elemen khususnya dari kalangan muda Aceh.
Mengusung tema #MasihIngatAceh napak tilas ini akan melewati beberapa rute khusus, dimulai pukul 14:00 WIB siang dan berakhir pukul 19:00 WIB nanti. Diakhiri dengan berbuka puasa bersama.
“Start awal berkumpul di KontraS Aceh siang nanti, dan kita bergerak menuju ke Masjid Raya Baiturrahman, di lokasi almarhum T. Djohan ditembak, dan mendengarkan penjelasan terkait peristiwa itu,” kata Koordinator KontraS Aceh Hendra Saputra kepada portalsatu.com.
Setelah lebih kurang 30 menit berada di Masjid Raya Baiturrahman, trip selanjutnya menuju ke bekas LP Keudah di bilangan Jalan Tentara Pelajar Banda Aceh. Di sini peserta napak tilas akan mendapatkan penjelasan terkait apa yang pernah terjadi di LP Keudah di masa silam saat Aceh masih dilanda konflik.
“Selanjutnya kita akan bergerak menuju lampu merah dan Taman Ratu Safiatuddin di Lamprit, ini merupakan lokasi penembakan Prof. Dayan Dawood, persisnya di dekat lampu merah Masjid Oman,” kata Hendra.
Rute berikutnya yang akan dituju adalah kawasan Darussalam di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sebab di sinilah lokasi penembakan Prof. Safwan Idris, akademisi UIN Ar-Raniry yang ketika itu masih berstatus IAIN Ar-Raniry. Di sini kata Hendra, mereka akan mendengarkan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi di lingkungan kampus itu. Rangkaian napak tilas ini diakhiri dengan buka puasa bersama di A Cafe di depan Mapolda Aceh.[](ihn)