Jumlah Rakaat
Shalat Awwabin jumlah rakaatnya bervariasi, sebagian ulama ada yang menyebutkan dua rakaat, ini jumlah minimalnya. Bahkan ada yang berpendapat empat, enam rakaat hingga dua puluh rakaaat jumlahnya. Namun prosesi pelaksanaannya tetap dua rakaat sekali salam. Apabila di kerjakan enam rakaat tiga kali salam begitu juga seterusnya.
Kitab Aunil Mabud menerangkan bahwa lafadz “Nasyiatul Lail” menurut Tafsir Ibnu Abbas adalah awal waktu malam.
Ibnu Malikah pernah bertanya kepada Ibnu Abbas ra dan Ibnu Zubair ra bahwa Nasyiatallail adalah ungkapan orang Habasyah yang berarti sama dengan qiyaamulail (shalat malam). Menurut tafsir Al Qurtubi para ulama berbeda pendapat tentang awal waktu malam: Ibnu Umar dan Anas bin Malik ra mendefinisikan Nasyiatallail yaitu waktu antara maghrib dan Isya sama pendapatnya dengan Imam Atha dan Ikrimah yaitu awal waktu malam. Sebab lafadz nasyiah lebih tepat dimaknai sebagai permulaan; Sedangkan menurut Imam Mujahid ra Nasyiatallail adalah seluruh waktu malam. Namun menurut Siti Aisyah ra shalat malam adalah setelah tidur sehingga tidak dikatakan nasyiatallail jika belum tidur. Akhirnya, pendapat yang lebih shoheh menurut al Qurthubi adalah awal waktu (awwalussaaah)
Sementara itu Syekh Yahya bin Ayub meriwayatkan hadits dari Abdul Karim ra, Rasulullah saw bersabda: Man shalla asyra rakaaatin bainal maghrib wal isya banaa lahu qishrun filjannati. Artinya: barangsiapa yang shalat awwabin 10 rakaat antara maghrib dan isya maka Allah akan membuatkan istana kemegahan di surga. Kemudian Umar bin Khattab bertanya kepada Rasul saw : Kalau begitu apakah istana dan tempat tinggal kami akan semakin banyak? Rasul menjawab: Allahu Akbar! Waafdhola! benar!.
Fadhilah dan Doa