LHOKSEUMAWE Pelabuhan Internasional Samudera Pase, Krueng Geukuh, mengekspor perdana barang nonmigas Senin, 18 Januari 2016 mendatang. Kebijakan ini berdasarkan hasil rapat lanjutan antara DPRK Aceh Utara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Utara serta beberapa pengusaha pagi tadi di Lhokseumawe, Jumat, 15 Januari 2016.
“Ekspor perdana ini merupakan sebuah proses yang dilakukan semua elemen sehingga bisa terjadi. Adanya aktivitas ini, maka kita juga nantinya akan mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang menjadi tuntutan semua pihak mulai tahun 2016,” ujar Anwar, Kabid Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Aceh Utara, kepada portalsatu.com, Jumat, 15 Januari 2015 via telepon.
Dia mengatakan ekspor perdana akan dilakukan ke Pulau Pinang, Malaysia. Sementara barang ekspornya terdiri dari pupuk organik, daun nipah, kayu manis dan berbagai rempah-rempah lainnya.
Menurut Anwar, barang-barang ini nantinya ditampung oleh perusahaan Yam Huat Tobacco Marketing Sdn. Bhd. Sedangkan PT Aceh Milenium dan PT Kuala Muda bertindak sebagai penyalur dari Aceh.