BANDA ACEH Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Tarikat, mengatakan, sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh. Saat ini, lapangan pekerjaan sektor pertanian di Aceh juga masih terbuka lebar.
Pertumbuhan ekonomi di Aceh jika dihitung tanpa minyak dan gas, (angkanya) di atas 25 persen selama tiga tahun terakhir ini, kata Tarikat kepada portalsatu.com, Selasa, 5 Januari 2016.
Tarikat menilai kinerja pada sektor pertanian saat ini menunjukkan peningkatan. Hal tersebut bisa pada produksi komoditas hasil pertanian, seperti jagung, dan kedelai. Sehingga, katanya, peningkatan produksi yang signifikan akan berdampak baik terhadap sektor pertanian di Aceh.
Menurutnya target peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan kemauan masyarakat Aceh. Bidang pertanian Aceh punya peluang kerja yang cukup besar, namun masyarakat Aceh enggan bekerja menjadi petani, katanya.
Ia memprediksi sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pada pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) Aceh 2016 hinga 2017, dengan kontribusi sebesar 27,01 persen. Menurutnya laju pertumbuhan sektor pertanian Aceh juga akan tumbuh sebesar 6,50-6,66 persen dalam dua tahun mendatang.
Ia berharap pertumbuhan di sektor pertanian tersebut dapat menopang harga komoditas utama subsektor perkebunan seperti CPO, karet, dan kopi yang pernah turun di beberapa tahun terakhir.[](bna)