TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan H. T. Sama Indra mengatakan, sektor kelautan dan perikanan telah memberikan kontribusi maksimal untuk memajukan pembangunan daerah itu. Jika beberapa tahun lalu “primadona” sumber pendapatan utama masyarakat setempat dari tanaman pala, kini banyak yang beralih menjadi nelayan karena memberikan pendapatan ekonomi yang menjanjikan bagi mereka.

“Dulu primadonanya Aceh Selatan adalah pala, namun akibat tanaman leluhur tersebut telah diserang penyakit hama yang telah memusnahkan ribuan hektare tanaman pala tersebut, sehingga tidak mampu lagi memberikan pendapatan ekonomi maksimal bagi masyarakat. Akibatnya sejak tiga tahun terakhir cukup banyak para petani pala beralih menjadi nelayan, karena sektor kelautan dan perikanan menjadi primadona baru pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Sama Indra di Tapaktuan, Kamis, 3 November 2016.

Kemajuan sektor kelautan dan perikanan tersebut, kata Sama Indra, tidak terlepas dari kerja keras pihaknya bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Cut Yusminar, melakukan lobi anggaran atau “jemput bola” ke kementerian terkait di Jakarta. Sehingga pihaknya mampu membawa pulang sejumlah program pembangunan yang dibiayai APBN mencapai ratusan miliar rupiah.

“Tidak hanya fasilitas infrastruktur yang terus kita genjot pembangunannya untuk memudahkan para nelayan beraktivitas melaut sehingga hasil tangkapan ikan mampu ditingkatkan. Kita juga memberikan sejumlah paket bantuan melalui koperasi dan kelompok nelayan. Sejak tiga tahun terakhir para nelayan di daerah ini dapat merasakan langsung kesejahteraannya, karena bantuan yang dikucurkan pemerintah luar biasa besar,” ujar bupati.

Sebagai daerah yang letak tofografinya berada di pinggir pantai Samudera Hindia, lanjut bupati, sudah sewajarnya pemkab setempat memberikan perhatian serius untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan khususnya perikanan tangkap. Apalagi dari sektor ini telah terbukti mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya mengatakan sektor kelautan dan perikanan telah menjadi primadona baru perekonomian Aceh Selatan bukan tanpa bukti. Sebab selain telah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat juga memberikan kontribusi PAD yang maksimal. Buktinya jika sebelumnya kontribusi PAD dari sektor ini paling maksimal hanya Rp200 juta/tahun, tahun 2016 ini sudah mencapai Rp800 juta atau naik hampir empat kali lipat,” papar bupati.

Tidak hanya itu, kata bupati, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan juga memberikan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor kelautan dan perikanan untuk Aceh Selatan pada tahun 2015 mencapai Rp350 juta. Dana sebesar itu, menurut bupati, merupakan angka tertinggi diterima Aceh Selatan.

“Kami perkirakan pada tahun 2016 ini angkanya akan terus naik sehubungan semakin meningkatnya hasil produksi ikan tangkap dari daerah kita,” ujarnya.

Bupati Sama Indra menjelaskan, DBH sektor kelautan dan perikanan tersebut berasal dari hasil penjualan ikan hasil produksi nelayan Aceh Selatan yang dijual ke luar daerah termasuk diekspor ke luar negeri. Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan ikan asal Aceh Selatan tersebut langsung dipungut Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait, selanjutnya dilakukan bagi hasil dengan pemerintah daerah.

“Atas prestasi ini, saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pengusaha kapal-kapal besar yang ada dalam wilayah Aceh Selatan. Karena dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan dari kapal-kapal besar tersebut secara otomatis juga telah meningkatkan alokasi DBH Aceh Selatan dari Pemerintah Pusat,” kata bupati.

Bupati juga mengapresiasi jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, karena kerja keras mereka telah mampu melakukan pendataan dan verifikasi terhadap nelayan penerima asuransi jiwa yang jumlahnya mencapai 900 orang.

“Dari 7.000 lebih jumlah nelayan Aceh Selatan, yang telah memiliki kartu nelayan sekitar 4.500 lebih. Sampai saat ini yang telah memiliki asuransi nelayan sebanyak 900 orang. Meskipun belum ter-cover seluruh nelayan, tapi angka 900 orang tersebut merupakan yang tertinggi di Provinsi Aceh sehingga kita patut memberi apresiasi kepada jajaran dinas terkait,” tandas bupati.[]

Laporan Hendrik